Perdamaian di Palestina, Kemenangan Diplomasi Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT Perdamaian Gaza
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pertemuan bersejarah di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang menghasilkan penandatanganan kesepakatan damai dan penghentian perang di Palestina, khususnya di Gaza.

img_title Prabowo Bakal Pidato di Sidang Tahunan MPR 14 Agustus, Presiden-Wapres Terdahulu Diundang

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara-negara penting dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara khusus menyebut Presiden Prabowo sebagai “a very incredible man of Indonesia”, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebagai tuan rumah.

Pertemuan bersejarah ini turut dihadiri oleh Presiden Prancis, Raja Bahrain, Raja Yordania, Perdana Menteri Italia, Presiden Turki, Emir Qatar, Emir Kuwait, serta Perdana Menteri Inggris, Spanyol, dan Pakistan, bersama dengan sejumlah pemimpin negara lainnya.

img_title Fadli Zon Soal Pidato 'Londo Ireng' Prabowo: Cuma Bercanda, Kalau Bukan Pengkhianat Tak Perlu Tersinggung

Presiden Prabowo Subianto menghadiri KTT Perdamaian Gaza

Photo :
  • Istimewa

Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, kehadiran Indonesia dalam forum ini menunjukkan bahwa negara semakin dihormati dan diperhitungkan di kancah internasional. “Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Indonesia,” ujarnya.

img_title Jenderal Sigit soal Isu Pergantian Kapolri: Itu Hak Prerogatif Presiden

Presiden Prabowo dikenal memiliki perhatian khusus terhadap isu Palestina dan Timur Tengah. Komitmen Indonesia diwujudkan melalui dua pendekatan utama:

Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan dukungan Indonesia dalam forum-forum internasional, termasuk menyatakan komitmen Indonesia untuk mendukung gencatan senjata yang komprehensif dan permanen sebagai langkah penting menuju solusi nyata dan perdamaian sejati antara Israel dan Palestina.

Indonesia telah melakukan berbagai tindakan konkret, antara lain mengirimkan lebih dari 100 tenaga kesehatan dan dokter ke Palestina, mengundang lebih dari 60 anak-anak Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, mengirimkan bantuan kemanusiaan dan kapal rumah sakit serta melakukan empat kali pengiriman bantuan logistik melalui pesawat dengan sistem drop off.

Seskab menekankan bahwa pengiriman bantuan melalui udara bukanlah hal yang mudah, karena memerlukan izin dari berbagai negara yang wilayah udaranya dilalui. “Ini butuh diplomasi yang kuat dan kedekatan pribadi dengan pimpinan-pimpinan di negara tersebut,” jelasnya.

Seskab menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam pertemuan ini menandai peran aktif negara dalam proses perdamaian. “Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo tidak menjadi penonton, tapi kita turut serta menjadi salah satu penentu dan salah satu pencetak sejarah dalam perdamaian di Timur Tengah khususnya di Palestina,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut