Rusia Mulai Jual Emas Fisik untuk Biayai Perang, Cadangan Negara Kian Menipis

Vladimir Putin Memegang Emas Cadangan Milik Rusia
Sumber :
  • United24 Media

Jakarta, VoxPop – Rusia menjual emas fisik dari cadangan nasional untuk pertama kalinya, langkah besar yang menandai perubahan strategi dalam menopang anggaran negara di tengah perang berkepanjangan. Keputusan ini menunjukkan bagaimana Moskow semakin mengandalkan bantalan keuangan terakhirnya untuk mempertahankan pengeluaran pemerintah. 

img_title Sering Dijuluki Safe Haven, Ternyata Investasi Emas Juga Punya 6 Risiko Ini

Selama ini, transaksi emas antara Kementerian Keuangan dan Bank Sentral hanya berlangsung di atas kertas. Di mana pemerintah menjual emas dari National Wealth Fund (NWF) ke Bank Sentral tanpa memindahkan batangan emas tersebut secara fisik sehingga cadangan nasional tidak berubah.

Namun kini, Bank Sentral Rusia melakukan penjualan emas fisik di pasar domestik. Mekanisme ini serupa dengan cara mereka memperdagangkan aset yuan dari dana kekayaan negara. 

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Bank Sentral Rusia mengonfirmasi langkah tersebut kepada media lokal Interfax pada 20 November 2025. Namun, tidak mengungkapkan waktu pasti dimulainya penjualan maupun volume emas yang sudah dilepas.

Ilustrasi Emas.

Photo :
  • www.freepik.com
img_title Harga Emas Hari Ini 31 Juli 2026: Produk Antam Meroket, Global Bervariasi

Dikutip dari United24 Media pada Minggu, 23 November 2025, sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina, NWF menyimpan sekitar 405,7 ton emas. Sejak saat itu, Kementerian Keuangan Rusia telah melikuidasi sekitar 57 persen atau 232,6 ton untuk menopang anggaran negara. Per 1 November 2025, kepemilikan emas dalam NWF menyusut tersisa hanya 173,1 ton.

Selain emas, total aset likuid, termasuk cadangan Yuan, juga menurun drastis setelah perang dari US$113,5 menjadi US$51,6 miliar. Jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) cadangan yang belum terpakai tersebut telah turun hingga empat kali lipat.

Para ekonom menilai penjualan emas fisik ini menjadi bagian dari langkah yang lebih luas, yaitu memasukkan valuta asing ke pasar domestik demi menstabilkan rubel. Analis Freedom Finance Global, Vladimir Chernov, menyebut transaksi serupa dalam bentuk yuan telah mencapai sekitar US$30 miliar sepanjang 2025 dan masih akan bertambah US$15 miliar pada 2026.

Secara keseluruhan, Rusia masih memiliki lebih dari 2.300 ton emas dalam total cadangan nasional yang menjadikannya negara dengan stok emas terbesar kelima di dunia. Namun penjualan terbaru ini menegaskan bahwa Kremlin semakin bergantung pada aset cadangan untuk menjaga perekonomian perang tetap berjalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut