Menlu Iran: Kami Tidak Pernah Mempercayai Amerika sebagai Negosiator yang Jujur

Serangan rudal Iran di Tel Aviv Israel, 15 Juni 2025
Sumber :
  • AP Photo/Baz Ratner

Teheran, VoxPop – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menginginkan perang dan lebih memilih penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional serta kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

"Kami tidak pernah mempercayai Amerika sebagai negosiator yang jujur, Amerika Serikat tidak jujur dalam hal apa pun, dan saya rasa tidak ada yang bisa mempercayai Amerika," kata Araghchi dalam wawancara dengan jaringan televisi al-Jazeera, Sabtu (13/12/2025).

Serangan Israel di sebuah gedung kantor televisi berita Iran, Senin, 16/6

Photo :
  • AP Photo
img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Terkait Perang 12 Hari yang dilancarkan rezim Israel terhadap Iran serta beredarnya ancaman serangan lanjutan, Araghchi mengungkapkan bahwa pemerintah Iran terus memantau situasi dengan serius. "Kami juga kerap mendengar bahwa rezim Israel kemungkinan akan menyerang lagi."

Ia menilai, ancaman tersebut tidak lepas dari upaya perang psikologis yang bertujuan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat Iran. "Perang psikologis adalah bagian dari perang yang sebenarnya, dan tampaknya mereka saat ini sedang berupaya melakukan perang psikologis dan menciptakan rasa takut di negara ini bahwa ini adalah bagian dari perang yang lebih umum," tambahnya.

img_title Netanyahu Tak Takut Ditangkap Negara Anggota ICC atas Dugaan Kejahatan Perang, Ini Alasannya

Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak menutup mata terhadap potensi konflik bersenjata. "Tentu saja, ini bukan berarti kami mengabaikan kemungkinan perang. Kami sepenuhnya siap; Angkatan Bersenjata dan rakyat kami siap membela negara dalam situasi apa pun. Kami tidak menginginkan perang, tetapi kami ingin menyelesaikan masalah melalui jalur diplomasi," katanya melanjutkan.

Menurut Araghchi, serangan militer tidak akan mampu menghancurkan kekuatan mendasar suatu bangsa. Ia menilai, meskipun pengeboman dapat merusak bangunan dan peralatan, teknologi serta pengetahuan tidak bisa dihapus melalui kekuatan militer. Ia juga menegaskan bahwa pada hakikatnya, kehendak sebuah negara tidak dapat dilumpuhkan dengan serangan udara.

Ia turut mengingatkan bahwa sebelum opsi militer ditempuh, rakyat Iran telah lama menghadapi sanksi dan pemboikotan tanpa adanya penyelesaian substansial atas persoalan yang ada. Karena itu, Araghchi menekankan bahwa tidak ada jalan lain selain negosiasi dan diplomasi untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut