Kronologi 2 WNI di Rumania Terkna Kusta, Bagaimana Kondisinya?

Ilustrasi penderita kusta.
Sumber :
  • Pixabay/Tusita Studio

VoxPop – Otoritas kesehatan Rumania mengonfirmasi adanya temuan kasus kusta yang menjadi pertama di negara tersebut setelah lebih dari 40 tahun. Dari empat temuan kasus tersebut diketahui keempatnya merupakan perempuan asal Indonesia yang bekerja sebagai terapis pijat di sebuah salon spa di Cluj-Napoca, wilayah barat Rumania.

img_title Terungkap! 3 WNI Korban TPPO Dipulangkan dari Libya dalam Kondisi Sakit, 41 Orang Masih Tertahan

Dari empat tenmuan kasus tersebut dua terkonfirmasi positif kusta. Sementara dua kasus lainnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Melansir laman Helsinki News, Kamis 18 Desember 2025, kasus ini terungkap setelah dua WNI perempuan berusia 21 dan 25 tahun memeriksakan diri ke layanan kesehatan pada 26 November lalu karena mengalami kelainan pada kulit.

Kementerian Kesehatan Rumania menyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi keberadaan Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta terhadap 2 WNI itu.Salah satu diagnosis ditegakkan melalui biopsi kulit yang menunjukkan adanya basil tahan asam. Sementara dalam pemeriksaan lanjutan juga menyingkirkan kemungkinan tuberkulosis dan memperkuat diagnosis penyakit Hansen.

img_title Usai Gempa M 7,1 di Jepang, Apakah Wisatawan Masih Aman Berkunjung?

Kepala Dinas Kesehatan Masyarakat Cluj, Corina Criste, mengonfirmasi kepada kantor berita Agerpres bahwa kasus kedua juga telah dipastikan. Kedua pasien saat ini sedang menjalani perawatan.

Otoritas kesehatan menyebutkan bahwa pengobatan khusus sesuai protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah dimulai. Setelah pengobatan berjalan, risiko penularan akan menurun secara signifikan.

img_title Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Ungkap Kondisi WNI yang Jadi Korban

Menteri Kesehatan Rumania, Alexandru Rogobete, mengatakan bahwa dua pegawai spa lainnya masih dalam pemantauan. Salah satu dari mereka diketahui baru kembali dari Asia, tempat ibunya yang juga terinfeksi masih dirawat di rumah sakit.

Selama proses penyelidikan, salon spa tersebut ditutup untuk sementara waktu. Sementara itu, pihak berwenang juga langsung melakukan disinfeksi ozon di lokasi, memperketat prosedur kebersihan, serta mewajibkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh karyawan.

Otoritas menegaskan bahwa risiko penularan kepada masyarakat umum tergolong rendah. Kusta menyebar secara lambat dan memerlukan paparan yang berkepanjangan dengan penderita yang belum diobati. Penyakit ini tidak menular melalui kontak singkat seperti berjabat tangan atau berada di ruang yang sama.

Kementerian Kesehatan Rumania juga telah memperluas pelacakan kontak, melakukan inspeksi di tempat kerja, serta meningkatkan pengawasan epidemiologis. Selain itu, mereka meminta dukungan dari WHO dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa untuk meninjau kembali protokol diagnosis dan pengobatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut