Mengenal Cilia Flores Istri Maduro, Sosok Berpengaruh di Balik Kekuasaan Venezuela
- Getty Image via BBC News
Karier Flores mencapai titik penting pada 2006 ketika ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Majelis Nasional Venezuela. Pada masa itu, ia dituding menunjuk hampir 40 anggota keluarganya ke jabatan publik.
Menanggapi temuan tersebut, Flores menyebut para jurnalis sebagai “tentara bayaran” dan melarang media meliput aktivitas parlemen. Meski kerap digambarkan sebagai sosok yang “tertutup, pemalu, berbicara lembut, dan berpenampilan sederhana”, Golinger menegaskan bahwa Flores adalah “operator politik yang sangat cerdas”.
Di bawah rezim Maduro, pemerintah Venezuela dituduh melakukan lebih dari 20.000 pembunuhan di luar proses hukum, penghilangan paksa, penyiksaan, serta pemenjaraan ribuan oposisi politik, yang memicu krisis kemanusiaan dan eksodus sekitar 8 juta warga.
Jurnalis investigasi Venezuela yang berbasis di AS, Casto Ocando, menyebut Flores memiliki kendali besar atas lembaga peradilan. "Dia sangat aktif terlibat dalam proses pengangkatan hakim dan jaksa, area yang sangat krusial karena mereka mengganti pejabat lama dengan orang-orang yang setia pada revolusi.”
Jaksa Amerika Serikat menuduh pasangan ini menikmati keuntungan dari perdagangan narkoba skala besar dan terlibat dalam jaringan yang dikenal sebagai Cartel de los Soles. Tuduhan tersebut juga mencakup dugaan suap dan kasus dua keponakan Flores yang divonis bersalah di AS karena penyelundupan kokain. Meski demikian, Flores dan Maduro membantah seluruh tuduhan.
Dalam sidang belum lama ini, pengacara Flores, Mark Donnelly, menyatakan kliennya mengalami “cedera serius” saat operasi militer penangkapannya. “Sidang itu mungkin menjadi hari terakhir mereka saling melihat. Saya bisa membayangkan betapa beratnya hal itu setelah mereka menghabiskan seluruh hidup bersama,” kata Eva Golinger.
