36 Orang Tewas dalam Gelombang Aksi Demonstrasi di 27 Provinsi Iran

Aksi massa longmarch protes krisis ekonomi di Teheran, Iran
Sumber :
  • Fars

Teheran, VoxPop – Sedikitnya 36 orang tewas dalam gelombang protes yang masih berlangsung di Iran, menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat. Kerusuhan yang telah memasuki hari kesepuluh itu ditandai dengan pemogokan pedagang dan demonstrasi jalanan yang meluas ke 285 lokasi di 92 kota di seluruh negeri.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan bahwa sejak protes pecah pada 28 Desember, sedikitnya 34 demonstran dan dua anggota pasukan keamanan Iran telah meninggal dunia. Empat dari korban tewas diketahui berusia di bawah 18 tahun. Puluhan demonstran lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar akibat peluru karet dan peluru plastik.

Menurut laporan tersebut, protes kini telah terjadi di 27 provinsi, sementara lebih dari 2.000 orang ditangkap oleh pasukan keamanan Iran.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

Penindakan aparat juga dilaporkan meluas ke rumah sakit dan pusat medis yang merawat demonstran terluka, khususnya di Ilam dan Teheran. Informasi ini diperoleh dari kesaksian saksi mata serta rekaman video yang diverifikasi oleh Iran International.

Salah satu perkembangan paling signifikan pada hari kesepuluh protes adalah pemogokan dan demonstrasi besar-besaran oleh para pedagang pasar, terutama di pusat komersial utama seperti Mashhad dan Pasar Besar Teheran.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Sebagian besar pasar emas, mata uang, kain, alas kaki, serta barang-barang rumah tangga dilaporkan tutup sepenuhnya atau sebagian. Pasukan keamanan meningkatkan kehadiran di sekitar pusat-pusat perdagangan dan memblokir sejumlah titik kumpul, namun pemogokan tetap berdampak nyata terhadap aktivitas ekonomi dan arus pejalan kaki.

Situasi ini menyoroti tumpang tindih yang semakin kuat antara protes jalanan dan ketidakpuasan ekonomi, seiring tekanan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Iran.

HRANA juga mencatat peningkatan penggunaan kekuatan oleh unit keamanan Iran, termasuk peluru karet, gas air mata, dan serangan langsung terhadap demonstran. Pengawas hak asasi manusia menambahkan bahwa laporan resmi mengenai sejumlah kematian bertentangan dengan kesaksian saksi mata dan masih dalam proses penyelidikan.

Ilam ‘Titik Api’

Provinsi Ilam, yang mayoritas penduduknya Kurdi di Iran barat, kembali menjadi pusat ketegangan pada Selasa. Prosesi pemakaman demonstran yang tewas di kota Malekshahi berubah menjadi aksi protes anti-pemerintah berskala besar. Di kota Abdanan, kerumunan massa juga memenuhi jalan-jalan sambil meneriakkan slogan menentang Pemimpin Tertinggi Iran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut