Senat AS Jegal Ambisi Trump untuk Invasi Venezuela
- Pixabay.
Washington, VoxPop – Parlemen Amerika Serikat (AS) pada Kamis, 8 Januari 2026, meloloskan sebuah resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan lanjutan terhadap Venezuela. Langkah ini mencerminkan meningkatnya penolakan terhadap ambisi Trump yang kian luas di kawasan Belahan Barat.
Resolusi kekuasaan perang tersebut disahkan dengan perolehan suara 52-47, didukung oleh seluruh senator Demokrat serta lima anggota Partai Republik. Pemungutan suara ini sekaligus memastikan bahwa resolusi tersebut akan diajukan kembali pekan depan untuk tahap pengesahan akhir.
Meski demikian, peluang resolusi ini menjadi undang-undang dinilai sangat kecil, mengingat Trump harus menandatanganinya setelah disetujui oleh DPR yang saat ini dikuasai Partai Republik.
Presiden AS Donald Trump merilis penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
- White House
Kendati begitu, pemungutan suara ini dipandang sebagai sinyal penting yang menunjukkan kegelisahan sebagian anggota Partai Republik, terutama setelah militer AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi malam hari yang mengejutkan.
Pemerintahan Trump kini berupaya menguasai sumber daya minyak Venezuela sekaligus struktur pemerintahannya. Namun, jika resolusi kekuasaan perang tersebut berlaku, setiap aksi militer lanjutan terhadap negara Amerika Selatan itu harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Kongres.
"Bagi saya, ini semua tentang melangkah maju," kata Senator Missouri Josh Hawley, salah satu dari lima senator Republik yang mendukung resolusi tersebut.
"Jika presiden memutuskan, ‘Anda tahu apa? Saya perlu menempatkan pasukan di Venezuela.’ Saya pikir itu akan membutuhkan campur tangan Kongres,"
Empat senator Republik lainnya yang mendukung resolusi ini adalah Rand Paul dari Kentucky, Lisa Murkowski dari Alaska, Susan Collins dari Maine, serta Todd Young dari Indiana.
Trump menanggapi langkah mereka dengan keras melalui media sosial, menyatakan bahwa para senator tersebut "seharusnya (mereka) tidak pernah terpilih lagi" dan bahwa suara mereka "sangat menghambat Pertahanan Diri dan Keamanan Nasional Amerika".
Sebelumnya, Partai Demokrat berulang kali gagal meloloskan resolusi serupa dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya tekanan Trump terhadap Venezuela.
Namun, para legislator menilai situasi kini berbeda setelah penangkapan Maduro dan pernyataan Trump yang mengisyaratkan target penaklukan lain, seperti Greenland.
