Donald Trump Sebut NATO Harus Bantu AS 'Caplok' Greenland

Presiden AS Donald Trump saat memaparkan operasi Absolute Resolve di Venezuela
Sumber :
  • White House

Amerika Serikat, VoxPop – Donald Trump kembali membuat pernyataan terkait Greendland. Hari ini Rabu waktu setempat dia secara tegas mengungkap bahwa NATO seharusnya membantu Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland. Alasannya selain berada di bawah kendali AS, semua opsi lain tidak bisa diterima.

img_title AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menegaskan argumennya bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland demi kepentingan keamanan nasional

“NATO seharusnya memimpin langkah untuk mendapatkannya, dan jika tidak, Rusia atau China yang akan melakukannya DAN ITU TIDAK AKAN TERJADI! Dengan Greenland berada di tangan AMERIKA SERIKAT, NATO akan menjadi jauh lebih kuat dan efektif. Selain itu, semuanya tidak dapat diterima,” tulis Donald Trump dilansir dari laman AP News, Rabu 14 Januari 2026.

img_title AS Klaim Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz dengan Iran Bisa Tercapai Besok, Harga Energi Diprediksi Stabil

Greenland, wilayah semi-otonom milik Denmark yang juga anggota NATO kini berada di tengah badai geopolitik setelah Trump bersikeras ingin memilikinya. Warga Nuuk, ibu kota Greenland, dengan tegas mengatakan wilayah tersebut tidak untuk dijual. Gedung Putih bahkan belum menutup kemungkinan untuk mengambil alih pulau Arktik itu dengan kekuatan militer.

Sementra itu, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, serta Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, di Washington pada Rabu untuk membahas isu Greenland.

img_title Denmark Kirim Ratusan Tentara Wajib Militer ke Greenland

Warga Greenland Minta AS Mundur

Di jalan utama Nuuk yang sempit dan tertutup salju, jurnalis dan kru kamera internasional tampak menghentikan warga setiap beberapa meter untuk menanyakan pendapat mereka tentang krisis ini yang menurut Perdana Menteri Denmark berpotensi memicu berakhirnya NATO.

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dalam konferensi pers di Kopenhagen pada Selasa mengatakan, jika saat ini pihaknya harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark, maka pihaknya akan memilih Denmark.

“Kami memilih NATO. Kami memilih Kerajaan Denmark. Kami memilih Uni Eropa,” kata dia.

Saat dimintai tanggapan atas pernyataan tersebut, Trump mengungkap tak setuju dengan pernyataan Nielsen.

 “Saya tidak setuju dengannya. Saya tidak tahu siapa dia. Saya tidak tahu apa pun tentang dia. Tapi ini akan menjadi masalah besar baginya,” kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut