Perdana, Iran Rilis Korban Tewas Demo Anti-Pemerintah Tembus 3.117 Orang

Aksi demonstrasi warga Iran menentang pemerintah di Teheran, 8/1
Sumber :
  • Iran Int

Teheran, VoxPop – Pemerintah Iran akhirnya merilis jumlah korban tewas secara resmi dan pertama kali, dari aksi protes anti-pemerintah baru-baru ini yang melanda negara itu. Teheran melaporkan bahwa 3.117 orang tewas selama penindakan tersebut.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Press TV pada hari Rabu, Yayasan Martir Iran mengatakan bahwa 2.427 dari mereka yang tewas dalam demonstrasi tersebut adalah warga sipil dan pasukan keamanan.

Disisi lain, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan 4.519 orang tewas selama gelombang demonstrasi tersebut, termasuk 4.251 demonstran, 197 personel keamanan, 35 orang berusia di bawah 18 tahun, dan 38 orang yang tidak terlibat yang menurut mereka bukan demonstran maupun personel keamanan.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

HRANA juga mengatakan 9.049 kematian tambahan sedang dalam peninjauan.

Demonstrasi yang dimulai pada akhir Desember yang dipicu para pemilik toko yang memprotes penurunan nilai mata uang dan biaya hidup, meningkat menjadi gerakan anti-pemerintah yang meluas.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Otoritas Iran mengutuk protes tersebut sebagai insiden "teroris" dan mengklaim bahwa "kerusuhan" yang disertai kekerasan tersebut dipicu oleh AS.

Penindakan pemerintah dikecam secara luas, dengan Presiden AS Donald Trump mengancam akan campur tangan untuk mendukung para demonstran.

Beberapa kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa para demonstran tewas akibat tembakan langsung dari pasukan keamanan.

Dalam sebuah laporan, Amnesty International mengatakan telah mendokumentasikan pasukan keamanan Iran yang ditempatkan di jalan-jalan dan atap gedung, menembakkan senapan dan senapan laras pendek yang berisi peluru logam, seringkali diarahkan ke kepala dan tubuh individu yang tidak bersenjata.

Ketegangan AS-Iran

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menulis dalam sebuah opini yang diterbitkan di Wall Street Journal bahwa Teheran tidak akan menahan diri jika diserang, tetapi menyerukan "penghormatan" terhadap Iran.

"Tidak seperti pengekangan yang ditunjukkan Iran pada Juni 2025... angkatan bersenjata kita yang kuat tidak ragu untuk membalas dengan semua yang kita miliki jika kita diserang lagi," katanya.

"Konfrontasi habis-habisan pasti akan sangat sengit dan berlangsung jauh lebih lama daripada skenario khayalan yang coba disebarkan Israel dan proksinya kepada Gedung Putih. Hal itu pasti akan meluas ke wilayah yang lebih luas dan berdampak pada masyarakat biasa di seluruh dunia," tambah Araghchi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut