AS Siap Gandakan Hulu Ledak Nuklir, Rudal Balistik Sentinel Jadi Senjata Baru Era Trump

VoxPop Militer: Rudal balistik nuklir Amerika Serikat (AS)
Sumber :
  • breezyscroll.com

VoxPop – Amerika Serikat membuka opsi memperkuat daya gempur nuklirnya di tengah dinamika keamanan global. Militer AS menyatakan siap memasang lebih dari satu hulu ledak pada rudal balistik antarbenua (ICBM) Sentinel yang tengah dikembangkan, apabila mendapat perintah langsung dari Presiden AS Donald Trump.

img_title Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

Kepala Komando Strategis AS (STRATCOM), Laksamana Angkatan Laut Rich Correll, pada Rabu (25/2) mengatakan kesiapan tersebut merupakan bagian dari opsi pengembangan kekuatan, seiring rencana penggantian rudal lama Minuteman III yang saat ini hanya dipersenjatai satu hulu ledak.

"Kami memiliki kemampuan untuk melakukan itu. Itu jelas merupakan keputusan tingkat nasional yang akan diajukan kepada Presiden," kata Correll seperti dikutip portal The War Zone.

img_title Trump Syaratkan Deposit hingga Rp 4,46 Miliar untuk Calon Imigran Dapatkan Visa AS

Rudal Sentinel diproyeksikan mulai menggantikan LGM-30 Minuteman III pada dekade 2030-an, dengan uji peluncuran perdana desain barunya dijadwalkan pada 2027.

Minuteman III yang masih aktif saat ini pada awalnya mampu membawa hingga tiga hulu ledak. Namun, untuk memenuhi ketentuan perjanjian pengendalian senjata nuklir New Strategic Arms Reduction Treaty (New START), jumlah tersebut kemudian dikurangi menjadi satu hulu ledak.

img_title Tak Hanya Masyarakat RI, Istana Ungkap WN AS hingga Arab Saudi Ikut War Tiket Upacara HUT ke-81

Seorang pejabat program Sentinel menolak mengungkapkan berapa jumlah maksimum hulu ledak yang dapat dibawa setiap rudal Sentinel. Sebelumnya, rencana yang diumumkan ke publik menyebutkan setiap rudal akan dipersenjatai satu hulu ledak jenis W87-1.

Langkah ini menjadi bagian dari program modernisasi total persenjataan nuklir berbasis darat AS yang ditargetkan rampung pada 2038. Rudal Sentinel sendiri diperkirakan mulai beroperasi sekitar 2030.

Meski demikian, proyek tersebut tidak lepas dari sorotan. Penundaan jadwal dan pembengkakan anggaran berulang kali memicu pertanyaan mengenai kelayakan dan efektivitas program. Pada awal Juli 2024, Pentagon memastikan pengembangan ICBM Sentinel tetap berlanjut meski biaya program melonjak 81 persen dari perkiraan awal, menjadi 140,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.362 triliun.

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Salah satu poin utama dalam beleid tersebut ialah pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi selat hormuz

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut