Mencekam! Tamu Hotel Palm Jumeirah Dubai Tidur di Parkiran Bawah Tanah saat Serangan Iran

Tamu Hotel Palm Jumeirah Dubai
Sumber :
  • NDTV

Dubai, VoxPop – Seorang tamu hotel di Dubai menceritakan pengalamannya setelah kota itu dihantam rudal Iran pada akhir pekan lalu. Wanita bernama Mia Plainer, menggambarkan kejadian itu sebagai malam yang mengejutkan dan tidak seperti apa pun yang pernah dilihatnya sebelumnya. 

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Mia Plainer mengunggah video di TikTok yang menjelaskan bagaimana situasi itu terjadi saat dia mengunjungi kota tersebut. Mia Plainer mengatakan dia sedang berada di atas kapal pada siang hari ketika serangan dimulai. Scroll lebih lanjut yuk!

Dia melihat rudal ditembakkan ke langit dan menyadari sesuatu yang serius sedang terjadi. 

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

"Kami berada di atas kapal ketika semua rudal mulai ditembakkan dan saat itulah kami mengetahui bahwa Hotel Fairmont telah dihantam, yang benar-benar menakutkan. Ada rudal demi rudal yang datang dari langit," kata Mia, melansir NDTV, Rabu 4 Maret 2026.

Malam harinya, Mia Plainer kembali ke hotelnya yakni Five Palm Jumeirah. Ia mengatakan bahwa staf hotel memutuskan untuk memindahkan para tamu ke tempat parkir bawah tanah demi keselamatan. 

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Evakuasi itu bersifat sukarela, tetapi banyak tamu memilih untuk pindah ke area penampungan daripada menanggung risiko untuk tetap berada di dalam kamar.

Video yang ia bagikan menunjukkan ratusan orang berbaring di atas kasur santai kolam renang yang diletakkan di lantai ruang bawah tanah. Keluarga dengan anak-anak menunggu sepanjang malam. Staf membagikan air dan handuk agar orang-orang merasa nyaman.

"Jujur saja, itu adalah pengalaman paling gila yang pernah saya saksikan," kata Mia Plainer. 

"Saya berjalan-jalan, dan ada ratusan orang berbaring di tempat tidur," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa para tamu tetap berada di ruang bawah tanah dari sekitar pukul 12 malam hingga 5 pagi. Setelah itu, staf mengizinkan mereka untuk kembali ke kamar mereka.

Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara di Iran pada hari Sabtu 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta beberapa pejabat senior.

Sebagai tanggapan, Iran berjanji akan membalas dan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS yang terletak di UEA, Qatar, Kuwait, dan wilayah lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut