Keji! Israel Gunakan Fosfor Putih Serang Lebanon, Seberapa Berbahayanya bagi Warga Sipil?
- Mohamad Azakir/Reuters via Al Jazeerah
HRW juga memverifikasi foto-foto yang diunggah di Facebook oleh tim pertahanan sipil dari Komite Kesehatan Islam di Yohmor. Foto tersebut memperlihatkan petugas sedang memadamkan api di atap rumah warga serta di sebuah mobil.
Organisasi itu menyimpulkan kebakaran kemungkinan disebabkan oleh potongan bahan yang mengandung fosfor putih, mengingat lokasinya sangat dekat dengan area tempat amunisi yang meledak di udara sebelumnya terlihat.
Kaiss menegaskan bahwa Israel harus segera menghentikan praktik tersebut. Ia juga mendesak negara-negara yang memasok senjata ke Israel, termasuk amunisi fosfor putih untuk menghentikan bantuan militer dan penjualan senjata serta menekan Israel agar tidak lagi menggunakan senjata tersebut di wilayah permukiman.
Sementara itu, lebih dari 500.000 orang tercatat mengungsi di Lebanon setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi paksa di sejumlah wilayah.
Menurut laporan National News Agency, pada Senin Israel juga melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah selatan Beirut, termasuk di antara kawasan Ghobeiry dan Haret Hreik, serta di area Safir.
Laporan ini muncul beberapa jam setelah militer Israel, yang dalam beberapa hari terakhir melancarkan serangan intensif di Beirut selatan, menyatakan bahwa mereka sedang menargetkan posisi Hezbollah di ibu kota Lebanon.
Setidaknya 394 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya terluka akibat serangan Israel di Lebanon.
HRW juga mendesak sekutu utama Israel seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel serta menjatuhkan sanksi yang ditargetkan kepada pejabat yang diduga terlibat dalam pelanggaran serius.
Menurut HRW, Israel sebelumnya juga telah menggunakan fosfor putih di desa-desa perbatasan Lebanon selatan antara Oktober 2023 hingga Mei 2024, yang dinilai menempatkan warga sipil dalam risiko besar.
