Iran Menolak Gencatan Senjata hingga Agresor 'Ditampar' dan Menyesali Perbuatannya

Benjamin Netanyahu dan Donald Trump
Sumber :
  • Reuters

VoxPop – Iran menegaskan bahwa mereka menolak negosiasi dan tidak menyetujui gencatan senjata dengan pihak-pihak yang menyerang Teheran sampai pihak agresor diberi pelajaran setimpal agar tidak lagi berpikir untuk mengulangi tindakan militer terhadap Teheran.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

"Kami secara tegas tidak mencari gencatan senjata. Kami yakin bahwa agresor harus ‘ditampar’ agar ia belajar dari kesalahannya dan tidak pernah lagi memikirkan agresi terhadap Iran tercinta," tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di  pada Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa Iran berniat untuk memutus siklus "perang-negosiasi-gencatan senjata dan kemudian perang lagi".

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan “preemptif” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka segera menunjukkan secara jelas bahwa ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dibunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut