Pedas, Iran Balik Ejek Trump Soal Selat Hormuz: Kamu Dipecat!

Jubir Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ibrahim Zolfaghari
Sumber :
  • haberler

VoxPop –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menirukan slogan khasnya yang bermakna memecat seseorang, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sindiran itu muncul setelah Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dunia.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

“Hei Trump, kamu dipecat. Kamu pasti tahu kalimat ini. Terima kasih atas perhatianmu terhadap hal ini,” kata seorang juru bicara IRGC dari Markas Pusat Khatam al-Anbiya dalam bahasa Inggris dikutip dari laman NDTV, Selasa 24 Maret 2026.

Seperti diketahui, pada akhir pekan kemarin melalui media sosial Truth miliknya, Trump sempat melontarkan ultimatum terhadap Iran. Ultimatum itu berisikan AS akan melancarkan serangan ke pembangkit Listrik di Iran jika negara tersebut tidak membuka selat Hormuz dalam kurun waktu 48 jam.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM sejak saat ini, maka Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR! Terima kasih atas perhatian Anda,” tulis Trump.

Merespon ultimatum Trump itu, pejabat militer Iran memperingatkan bahwa peta kekuatan Iran dalam perang berubah dengan cepat. Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran juga melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran telah menembak jatuh sebuah drone pengintai yang disebut sebagai milik Israel-Amerika di atas Teheran sebelum menyelesaikan misinya.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

IRGC juga menegaskan bahwa setiap serangan AS terhadap infrastruktur minyak atau listrik Iran akan dibalas dengan serangan ke fasilitas energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik Amerika dan Israel di kawasan tersebut.

“Jangan ragu, kami pasti akan melakukannya,” kata mereka dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah.

Iran juga mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika serangan itu benar-benar terjadi.

Dampak Penutupan Selat Hormuz

Penutupan di Selat Hormuz mulai berdampak nyata pada ekonomi global, termasuk Amerika Serikat. Jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia (sekitar 17–20 juta barel per hari), dan perang yang berlangsung telah mendorong harga minyak Brent naik ke kisaran 110 hingga 115 dolar AS per barel atau melonjak hampir 50–55 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut