Kim Jong Un Sebut Nuklir Korut Jadi Ancaman Nyata bagi Amerika Serikat

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Sumber :
  • KCNA via AP

VoxPop –Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan bahwa perang yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran menjadi bukti bahwa negaranya sudah mengambil keputusan yang tepat dengan mempertahankan senjata nuklir.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara yang dipublikasikan pada Selasa, Kim menuduh Washington melakukan aksi terorisme dan agresi yang disponsori negara, meski tidak secara langsung menyebut Iran.

Ia menyatakan bahwa situasi saat ini jelas membuktikan bahwa Korea Utara benar ketika menolak tekanan dan ‘rayuan’ Amerika Serikat untuk melepaskan senjata nuklirnya. Kim juga menegaskan bahwa status nuklir Korea Utara kini sudah tidak bisa diubah lagi.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sebagai ancaman yang sewaktu-waktu bisa menyerang meskipun ia juga pernah mengklaim telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran dalam perang singkat selama 12 hari di tahun lalu. Trump menjadikan pencegahan Iran memiliki senjata nuklir sebagai salah satu alasan utama melancarkan serangan pada Februari lalu.

Bagi kepemimpinan Korea Utara, konflik Iran semakin menguatkan keyakinan lama mereka yakni negara yang tidak memiliki senjata nuklir akan lebih rentan terhadap kekuatan militer AS, sementara negara yang memilikinya bisa menahan atau mencegah serangan tersebut.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Waktu penyampaian pidato Kim juga cukup penting. Belakangan, Trump memberi sinyal terbuka untuk melanjutkan kembali pembicaraan dengan Korea Utara, menghidupkan lagi jalur diplomasi yang sempat gagal pada 2019.

Namun, pernyataan terbaru Kim menunjukkan bahwa jika pertemuan kembali terjadi, bentuknya akan berbeda dari sebelumnya yang fokus pada denuklirisasi. Ia memberi sinyal bersedia berunding lagi dengan Trump, tetapi hanya jika AS mengakui Korea Utara sebagai negara pemilik senjata nuklir dan menghentikan apa yang disebut Pyongyang sebagai ‘kebijakan bermusuhan’.

Korea Utara diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Berbeda dengan Iran atau Venezuela, negara ini mengklaim sudah memiliki senjata nuklir yang siap digunakan, lengkap dengan sistem peluncur yang mampu menjangkau wilayah daratan utama Amerika Serikat meski belum sepenuhnya teruji.

Baru-baru ini, Korea Utara juga memamerkan sejumlah uji coba senjata besar, termasuk peluncuran rudal jelajah dari kapal perang baru serta rentetan roket yang disebut media negara mampu membawa hulu ledak nuklir. Dalam kongres Partai Buruh bulan lalu, Kim berjanji akan terus memperluas persenjataan nuklir negaranya, baik dari sisi jumlah maupun kemampuan penggunaannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut