Sekjen PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon yang Tewaskan Prajurit TNI

Sekjen PBB, Antonio Guterres.
Sumber :
  • AP Photo/Hadi Mizban.

VoxPop – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon. Kecaman itu disampaikan menyusul laporan tewasnya satu personel Indonesia di tengah eskalasi konflik di wilayah tersebut.

img_title TNI Buka Suara Soal Dugaan Prajurit Aniaya Polisi Hingga Tewas di Asrama Brimob Slipi

Melalui pernyataan di platform X pada Senin, 30 Maret 2026, Guterres menyebut seorang penjaga perdamaian asal Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah. Ia juga menyebut satu personel Indonesia lainnya mengalami luka parah.

"Saya mengecam keras insiden pada Minggu di mana seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di UNIFIL terbunuh di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah," kata Guterres.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Ia menyampaikan duka cita kepada bangsa Indonesia, khususnya keluarga korban, serta berharap personel yang terluka dapat segera pulih. Guterres menilai insiden tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

"Saya menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan personel dan properti PBB setiap saat," ujarnya.

img_title Menuju Olimpiade 2028, PBTI dan TNI Siap Sukseskan Asian Taekwondo Open di Jakarta

Sementara itu, Kementerian Pertahanan membenarkan adanya korban dari prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan satu prajurit meninggal dunia, satu mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Rico dilansir Antara

Insiden tersebut diduga terjadi setelah serangan artileri Israel mengarah ke markas unit Indonesia yang bertugas di UNIFIL di Desa Adshit al-Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29 Maret 2026), menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon dan media setempat.

"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL,"  ujar Rico.

Ia memastikan Mabes TNI akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke Israel dan sejumlah lokasi yang menampung aset militer AS. Konflik meluas ke Lebanon setelah Hizbullah melancarkan serangan ke target militer Israel.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut