Gencatan Senjata Sementara Ditolak Iran, Trump Tegaskan Batas Waktu Tak Bisa Diundur

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sumber :
  • CNBC Internasional

VoxPop – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras terkait akses pelayaran di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa tenggat waktu yang ia tetapkan bersifat final dan tidak akan diperpanjang.

img_title AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa minggu, dengan sejumlah negara mencoba menjadi mediator.

Ultimatum Trump soal Selat Hormuz

img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah mengajukan proposal untuk mengakhiri perang. Namun, menurutnya, proposal tersebut masih belum cukup untuk mencegah kemungkinan aksi militer dari Amerika Serikat.

Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka kembali akses bebas bagi kapal-kapal internasional di Selat Hormuz sebelum batas waktu yang ditentukan. Jika tidak, ia mengancam akan memerintahkan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, seperti dilansir dari Al Jazeera

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Ia menyebut proposal Iran sebagai langkah penting, tetapi belum memenuhi tuntutan utama yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut strategis yang sangat penting bagi perdagangan global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah ini pada masa damai, sehingga setiap gangguan dapat berdampak langsung pada harga energi dan stabilitas ekonomi global.

Proposal Iran: Akhiri Perang Secara Permanen

Di sisi lain, pemerintah Iran menyampaikan tanggapan melalui perantara diplomatik dari Pakistan, yang sebelumnya mengusulkan gencatan senjata selama 45 hari.

Namun, menurut laporan media pemerintah Iran, negara tersebut menolak usulan gencatan senjata sementara dan justru mengajukan rencana yang berisi 10 poin utama untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Beberapa poin dalam proposal tersebut mencakup:

  • Penghentian konflik di kawasan secara menyeluruh
  • Protokol keamanan pelayaran di Selat Hormuz
  • Pencabutan sanksi ekonomi
  • Proses rekonstruksi wilayah terdampak perang

Perwakilan diplomatik Iran menyatakan bahwa negaranya tidak hanya menginginkan gencatan senjata sementara, melainkan jaminan bahwa serangan di masa depan tidak akan terjadi lagi.

Gedung Putih Belum Setujui Proposal

Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa proposal gencatan senjata memang sedang dipertimbangkan, namun belum mendapat persetujuan langsung dari Presiden Trump.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut