IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street Melonjak Tajam dan Bursa Asia Anjlok
- Antara
Jakarta, VoxPop – IHSG dibuka menguat 20 poin atau 0,33 persen di level 6.254 pada pembukaan perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpeluang untuk koreksi short term," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
- VoxPop/M Ali Wafa
Bursa Asia mayoritas turun pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,9 persen dan Topix turun 1,1 persen. Hang Seng Hong Kong menguat 0,5 persen, dan Taiex Taiwan naik 0,6 persen.
Sementara ASX 200 Australia bertambah 0,5 persen, dan Kospi Korea Selatan kembali terkoreksi 5 persen dengan saham perusahaan chip melemah tajam.
Namun, Korea Selatan mencetak ekspor yang kuat. Pada Jumat pekan lalu data menunjukkan ekspor Korea Selatan naik 62,8 persen pada bulan Juli 2026, mengalahkan ekspektasi pasar.
Hal itu karena meningkatnya permintaan global untuk semikonduktor dan komputer terkait AI, yang mendorong kenaikan ekspor chip sebesar 179 persen dan kenaikan penjualan komputer sebesar 404 persen.
Di antara saham-saham penekan indeks, produsen chip Samsung Electronics dan pesaingnya SK Hynix anjlok 8,8 persen. Saham pembuat baterai LG Energy Solution juga turun 3,7 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,3 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,05 persen.
"Support IHSG berada di level 6.140-6.180 sementara resist IHSG di rentang 6.260-6.300," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik tajam pada perdagangan Senin kemarin. Rally dipimpin oleh saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, setelah harga minyak dunia anjlok menyusul keputusan Presiden AS, Donald Trump yang membatalkan rencana serangan terhadap Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,32 persen, S&P 500 meningkat 1,48 persen, dan Nasdaq Composite melesat 2,13 persen. Di sisi emiten, saham Meta Platforms melonjak sekitar 6 persen, Amazon naik lebih dari 4 persen, saham Nvidia menguat hampir 3 persen, saham Alphabet dan Microsoft masing-masing naik hampir 5 persen.
Sementara harga Brent turun 4,73 persen menjadi US$83,77/bbl, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) merosot 5,11 persen menjadi US$80,34/bbl. Penurunan terjadi setelah Trump memutuskan membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyatakan pembicaraan antara kedua negara akan kembali dilanjutkan.
