Panglima IRGC Sebut AS dan Israel Mundur dengan Tangan Kosong dari Timur Tengah

VoxPop Militer: Brigadir Jenderal Esmail Qaani
Sumber :
  • Associated Press

VoxPop –Panglima tertinggi Korps Garda Revolui Islam Iran (IRGC) menyampaikan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat setelah perundingan antara kedua negara tersebut pada akhir pekan kemarin. Seperti diketahui setelah 21  jam negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Menanggapi kegagalan itu, Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel pada akhirnya akan mundur dari kawasan Asia Barat tanpa meraih hasil apa pun.

“Front Perlawanan yang bersatu memiliki kehadiran kuat dan efektif di seluruh kawasan, serta siap menanti musuh-musuh kemanusiaan,” ujar Brigadir Jenderal Esmaeil Qaani seperti dikutip dari laman presstv.ir, Senin 13 April 2026.

img_title AS Akan Berlakukan Deposit Visa hingga Rp360 Juta Bagi Warga 50 Negara, Indonesia Termasuk?

Qaani juga menekankan AS dan Israel harus mengingat bagaimana kedua negara itu melarikan diri dari Yaman, Selat Bab el-Mandeb dan Laut Merah.

”Mereka akan meninggalkan wilayah ini tanpa prestasi apapun,” tegas dia.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

Seperti informasi, Amerika dan Israel diketahui melakukan serangan gabungan ke Iran pada tanggal 28 Februari lalu. Serangan tersebut diketahui menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan beberapa komandan militer Iran berpangkat tinggi meninggal dunia

Serangan tersebut mencakup serangkaian serangan intensif terhadap instalasi militer dan fasilitas sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan serangkaian operasi rudal dan drone balasan terhadap kepentingan AS di seluruh Asia Barat dan posisi Israel di wilayah pendudukan.

Sementara itu pada Rabu pekan lalu, AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata itu kemudian dilanjutkan dengan agenda perundingan yang dilaksanakan di Islamabad pada akhir pekan kemarin.

Meskipun telah berlangsung sekitar 21 jam negosiasi terus-menerus dan upaya diplomatik yang intensif, tuntutan berlebihan dari pihak Amerika mencegah tercapainya kesepakatan dengan para negosiator Iran selama negosiasi berlangsung. Delegasi Iran menyampaikan berbagai inisiatif selama pembicaraan, tetapi Amerika menghambat kemajuan dalam pembicaraan tersebut.

Laporan menunjukkan bahwa berbagai isu, termasuk Selat Hormuz dan hak nuklir, termasuk di antara poin-poin perselisihan. Belum ada rencana yang diumumkan mengenai waktu, lokasi, atau putaran negosiasi selanjutnya.

Ilustrasi penembakan.

Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Beberapa orang dilaporkan tewas dan terluka dalam insiden penembakan di sebuah restoran di negara bagian Idaho, Amerika Serikat. Pelaku juga dilaporkan tewas.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut