China soal Perpanjangan Gencatan Senjata Sepihak oleh Trump: Situasi Timur Tengah Masih Kritis

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun
Sumber :
  • ANTARA/Desca Lidya Natalia

VoxPop – China mendukung perpanjangan gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat (AS), namun Beijing menilai situasi di kawasan Timur tengah masih dalam tahap kritis dan mendorong konflik dapat berakhir secara permanen.

img_title AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang

"Situasi saat ini di kawasan itu berada pada tahap kritis terkait kemungkinan konflik dapat berakhir. China mendukung para pihak melanjutkan upaya politik dan diplomatik untuk menyelesaikan perselisihan dengan tujuan mewujudkan gencatan senjata penuh dan bertahan lama," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu, 22 April 2026.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada 22 April hingga Iran mengajukan "proposal terpadu" berisi syarat-syarat untuk mengakhiri perang, sambil tetap mempertahankan tekanan terhadap Teheran.

img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Namun, Trump menegaskan blokade laut AS tetap diberlakukan. Iran sebelumnya menyatakan langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dan menolak bernegosiasi "di bawah bayang-bayang ancaman" atau selama blokade masih berlangsung, sehingga mencerminkan ketidakpastian dalam proses perundingan.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa produksi minyak di seluruh Timur Tengah dapat menjadi target apabila serangan diluncurkan dari wilayah negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

"Prioritas utama adalah mencegah dengan segala cara terjadinya kembali pertempuran serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk," ujar Guo Jiakun.

Ia menambahkan China siap berperan aktif dan konstruktif bersama komunitas internasional dengan berlandaskan proposisi empat poin yang diajukan Presiden Xi Jinping.

Empat prinsip tersebut mencakup komitmen pada hidup berdampingan secara damai dengan mendorong hubungan antarnegara di kawasan, penghormatan terhadap kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara Teluk, penegakan hukum internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai inti, serta pendekatan seimbang antara pembangunan dan keamanan.

"Izinkan saya menegaskan kembali bahwa sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu menjadi teladan dalam melaksanakan kewajiban internasionalnya" tegasnya.

Sementara menanggapi pernyataan Trump, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan militer Iran siap menyerang target yang telah ditentukan jika Amerika Serikat melancarkan serangan baru, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran pada Rabu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut