Dua Orang Tewas Akibat Kebocoran Bahan Kimia di Virginia AS, Puluhan Luka-luka

Kebocoran bahan kimia yang terjadi di Catalyst Refiners, Inc. di Institute, West Virginia, Amerika Serikat
Sumber :
  • Reuters

VoxPop – Dua orang tewas, dan satu orang lainnya mengalami luka kritis setelah terjadi "kebocoran bahan kimia" di sebuah perusahaan pengolahan perak di West Virginia, Amerika Serikat (AS), yang sedang dalam proses penutupan permanen, kata para pejabat pada hari Rabu, 22 April 2026. Sementara 21 orang dilaporkan luka-luka.

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

Insiden itu terjadi tepat setelah pukul 9:30 pagi waktu setempat di pabrik Catalyst Refiners Inc. di West Virginia saat para pekerja sedang menghentikan operasi, kata Komisi Kabupaten Kanawha dalam siaran pers. Para pekerja sedang melakukan kegiatan pembersihan dan dekontaminasi untuk mempersiapkan penutupan lokasi tersebut, yang digunakan untuk memproduksi katalis perak.

Pihak berwenang meyakini bahwa reaksi kimia telah terjadi, menyebabkan kebocoran tersebut. Dalam konferensi pers, Direktur Manajemen Darurat Komisi Kabupaten Kanawha, C.W. Sigman, mengatakan para pekerja sedang menonaktifkan sebuah tangki ketika asam nitrat dan bahan kimia M2000A tercampur, dan menghasilkan hidrogen sulfida beracun.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

"Ini reaksi yang hebat. Ketika bahan-bahan itu bercampur, mereka bereaksi hebat dan membahayakan para pekerja," kata Sigman. "Ada sisa residu. Kami bisa mencium baunya di arah angin." ujarnya dilansir USA Today, Kamis.

Pada konferensi pers terpisah, Komisioner Kabupaten Kanawha, Lance Wheeler, mengkonfirmasi bahwa pengujian menunjukkan "tidak ada indikasi bahan kimia di udara yang memengaruhi daerah atau orang-orang di sana."

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Komisi Kabupaten Kanawha mengkonfirmasi bahwa dua orang meninggal dalam insiden tersebut. Identitas mereka dirahasiakan menunggu pemberitahuan kepada keluarga terdekat. Satu orang berada dalam kondisi kritis.

"Kepada keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih hari ini, hati kami bersama Anda dan negara bagian kami berduka untuk Anda," kata Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrisey. "Kami siap mendukung Anda dengan segala cara yang mungkin. Saya juga ingin berdoa untuk semua orang yang masih terdampak."

Penyebab resmi kebocoran masih dalam penyelidikan oleh otoritas lokal, negara bagian, dan federal, kata pejabat kabupaten. Menurut Morrisey, Badan Manajemen Darurat Kabupaten Kanawha memimpin penyelidikan.

Morrisey mengkonfirmasi bahwa lebih dari 30 orang mencari perawatan medis setelah kebocoran bahan kimia tersebut. Gubernur mencatat bahwa banyak dari mereka pergi ke rumah sakit sebagai "tindakan pencegahan."

"Kita tahu bahwa petugas tanggap darurat selalu bergegas ke lokasi kejadian," kata Morrisey. "Mereka menempatkan diri mereka dalam bahaya, dan kita tahu bahwa sejumlah orang tersebut telah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mengevaluasi dampak kesehatan mereka."

Sebelumnya, Komisi Kabupaten Kanawha mengatakan 21 orang dibawa ke rumah sakit atau mencari perawatan medis terkait dengan kebocoran tersebut. Beberapa diangkut dengan kendaraan pribadi atau bahkan truk sampah, kata Sigman. Tujuh dari mereka yang dirawat di rumah sakit adalah petugas ambulans yang menanggapi insiden tersebut.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington tidak akan membiarkan Iran menarik biaya terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut