AS Kawal Kapal Keluar dari Selat Hormuz, Trump: Mereka Korban Keadaan

Ilustrasi blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz layaknya aksi bajak laut
Sumber :
  • ChatGPT

VoxPop –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa mulai Senin pagi waktu Timur Tengah, AS akan mengawal kapal-kapal asing netral agar bisa keluar dengan aman dari Selat Hormuz. Tindakan ini dilakukan dengan dalil ’kemanusiaan’ bagi negara-negara yang terjebak dalam konflik yang sebenarnya tidak melibatkan mereka.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Trump menyebut bahwa sejumlah kapal dari berbagai negara meminta bantuan AS setelah terjenak di Selat Hormuz.

Ia mengatakan telah menginstruksikan perwakilannya untuk memberi tahu negara-negara tersebut bahwa AS akan mengerahkan upaya terbaiknya untuk memandu kapal dan awaknya keluar dari jalur yang terbatas tersebut. Kapal-kapal itu juga tidak akan kembali sebelum kondisi benar-benar aman untuk pelayaran.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Trump menamai inisiatif ini “Project Freedom”. Ia menyebut banyak kapal yang terjebak mulai kehabisan makanan dan kebutuhan penting lainnya untuk menjaga kondisi awak tetap sehat.

“Pergerakan kapal ini semata-mata untuk membebaskan orang-orang, perusahaan, dan negara yang sama sekali tidak bersalah mereka hanya menjadi korban keadaan,” ujarnya pada Minggu waktu AS seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin 4 Mei 2026.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Ia juga mengatakan langkah ini dilakukan demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat,. Dia  juga memperingatkan bahwa setiap upaya mengganggu misi kemanusiaan ini akan ditangani dengan tegas.

Trump juga menyebut perwakilannya sedang melakukan pembicaraan yang sangat positif dengan Iran, yang menurutnya bisa menghasilkan sesuatu yang baik bagi semua pihak.

Namun di satu sisi, hingga saat ini Iran belum memberikan tanggapan langsung atas pengumuman tersebut.

Pengumuman ini muncul setelah Trump mengatakan kepada media Israel, Kan News, bahwa ia telah mempelajari proposal Iran untuk mengakhiri perang dan menilainya tidak dapat diterima.

“Itu tidak bisa saya terima. Saya sudah mempelajarinya, semuanya dan itu tidak bisa diterima,” katanya.

Sehari sebelumnya, ia juga menyatakan keraguannya, dengan mengatakan bahwa Teheran belum membayar harga yang cukup besar atas tindakannya selama 47 tahun terakhir.

Meski secara terbuka menolak, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengatakan kepada CNN bahwa Washington tetap terlibat dalam pembicaraan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut