Iran Bakal Jadikan Kampus yang Terkena Serangan AS-Israel sebagai Museum Perang

Institut Penelitian Laser dan Plasma Universitas Shahid Beheshti Teheran Iran hancur imbas serangan Israel
Sumber :
  • FB

VoxPop – Otoritas Iran berencana mengubah lokasi bekas ledakan bom di sebuah universitas di Iran tengah menjadi museum tentang dampak serangan AS-Israel, kata seorang pejabat.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

"Lokasi yang rusak saat ini akan dilestarikan sebagai museum perang di universitas tersebut untuk tetap menjadi dokumen penindasan ilmiah negara itu dalam sejarah," kata Zafarollah Kalantari, kepala Universitas Teknologi Isfahan dilansir Arab News, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa lahan lain telah dialokasikan untuk "pembangunan gedung baru dan penyediaan peralatan canggih” untuk universitas tersebut, menurut kantor berita resmi IRNA.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Kalantari mengatakan penilaian awal memperkirakan biaya kerusakan pada bangunan dan fasilitas universitas sekitar $11 juta.

Serangan AS-Israel menghantam institusi kampus di Isfahan — salah satu universitas terbesar di Iran — pada bulan Maret selama perang yang dimulai sebulan sebelumnya dan kemudian menyebar ke seluruh wilayah.

img_title Netanyahu Tak Takut Ditangkap Negara Anggota ICC atas Dugaan Kejahatan Perang, Ini Alasannya

Para pejabat mengatakan bahwa serangan tersebut menghantam lebih dari 30 universitas di seluruh Iran, termasuk di ibu kota Teheran, serta daerah pemukiman dan infrastruktur sipil lainnya. Fasilitas yang diserang termasuk pusat AI dan komputasi, laboratorium fisika, dan penelitian biomedis.

Menteri Sains, Penelitian, dan Teknologi Iran, Hossein Simaei-Sarraf menggambarkan serangan AS-Israel terhadap universitas dan fasilitas penelitian sejak awal perang pada 28 Februari 2026, sebagai pelanggaran hukum internasional dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Israel memandang beberapa universitas teknik terkemuka Iran, termasuk Sharif dan Isfahan, sebagai universitas yang terkait erat dengan penelitian strategis dan pengembangan terkait militer. Negara itu juga telah lama menjalankan kampanye untuk membunuh ilmuwan-ilmuwan Iran terkemuka yang terlibat dalam penelitian nuklir dan senjata.

VoxPop Militer: Pasukan Hamas Palestina

Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata sebelum pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut