Hacker Handala Ungkap Rahasia Bobol Sistem Intelijen Israel
- Freepik
VoxPop –
Kelompok hacker asal Iran, Handala mengungkap rahasia bagaimana mereka bisa berhasil menembus sistem keamanan jaringan Institute for National Security Studies (INSS) Israel selama beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu saja, mereka juga berhasil mendapatkan akses jangka panjang ke berbagai informasi rahasia lembaga tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa 5 Mei waktu setempat, kelompok hacker itu menyebut bahwa selama bertahun-tahun mereka memiliki akses penuh ke berkas-berkas terbatas milik lembaga tersebut.
Salah satu terobosan terbesar terjadi pada 22 April tahun lalu, ketika pintu INSS terbuka lebar dan dua orang bertopeng masuk ke lantai -2 yakni tingkat yang digunakan untuk menyimpan dokumen paling sensitif.
“Ini bukan operasis ekali jalan melainkan hasil perencanaan bertahun-tahun yang memberi akses informasi paling penting di INSS. Membuktikan bahwa Handala telah menembus sistem keamanan kalian selama bertahun-tahun. Apakah pertemuan rahasia kalian benar-benar rahasia? Bagaimana kalian menjelaskan dan menutupi akses kami terhadap pergerakan pejabat tinggi Mossad dan Shin Bet?,” demikian pernyataan kelompok tersebut dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 6 Mei 2026.
Diungkap kelompok tersebut salah satu pengungkapan paling penting adalah klaim bahwa mereka berhasil merekam rapat tertutup INSS. Mereka berhasil meretas semua pertemuan rahasia INSS melalui zoom selama bertahun-tahun.
“Kami menyarankan kalian mengganti kamera CCTV kalian dengan merek yang sama seperti yang digunakan Shin Bet,” sindir mereka.
Selama agresi AS-Israel terhadap Iran, Handala juga merilis email dari akun enam tokoh senior INSS, yakni Raz Zimmt, Tamir Hayman, Sima Shine (peneliti senior sekaligus mantan kepala divisi riset Mossad), Laura Gilinsky (wakil direktur kemitraan strategis), Deborah Oppenheimer (mantan kepala urusan luar negeri), dan Dr. Ilan Steiner (kepala keuangan dan operasional).
Handala menyebut lembaga tersebut sebagai lengan riset dan analisis Mossad, serta mengklaim telah mengakses lebih dari 400.000 file rahasia, termasuk kata sandi kamera keamanan, jaringan Wi-Fi, dan akun Zoom yang digunakan untuk diskusi tingkat tinggi.
Pada September 2025, Ilan Steiner menerima peringatan Google terkait aktivitas mencurigakan di akun Gmail pribadinya. Notifikasi itu kemudian diteruskan ke email INSS, yang belakangan ikut dibocorkan oleh Handala.
