Hacker Handala Ungkap Rahasia Bobol Sistem Intelijen Israel
- Freepik
Pada 2024, ancaman siber tersebut disebut mulai merembet ke dunia nyata. Pada 31 Oktober, sebuah pesan beredar di grup WhatsApp staf yang mengutip pernyataan Shin Bet berbunyi ‘sepasang suami istri dari Lod didakwa melakukan aktivitas untuk intelijen Iran selama tiga tahun, termasuk memotret lokasi sensitif seperti markas Mossad’.
Beberapa hari sebelumnya, wakil direktur lembaga itu telah memperingatkan staf bahwa Shin Bet menginformasikan adanya seorang rekan mereka yang sedang dalam pengawasan aktif.
Yang membuat grup staf semakin khawatir adalah dugaan bahwa pengawasan tersebut menyasar seorang pegawai INSS yang masuk dalam daftar target pembunuhan. Pria yang memantaunya disebut telah mengikuti mobil dan mengamati rumahnya selama beberapa hari. Menurut pihak keamanan, pengendali operasi itu memerintahkan pasangan tersebut untuk mengidentifikasi calon pelaku pembunuhan.
Korespondensi internal yang dibocorkan Handala kemudian mengungkap detail yang tidak dipublikasikan oleh pihak lembaga, termasuk identitas staf yang dimaksud.
“Semua orang menelepon saya. Mereka mengira itu saya,” tulis Sima Shine dalam percakapan grup.
Rekan lainnya kemudian mengklarifikasi bahwa target sebenarnya adalah dirinya sendiri.
Bocoran tersebut juga menunjukkan bahwa peringatan keamanan terus berlanjut. Setahun lalu, perusahaan keamanan siber Volexity memberi tahu INSS bahwa ada ‘aktor negara’ yang telah meretas akun email seorang peneliti dan menggunakannya untuk melakukan serangan phishing terhadap institusi riset di Amerika Serikat.
Sebagai respons, petugas keamanan siber lembaga tersebut kemudian memutus seluruh perangkat yang terhubung dengan akun yang telah dikompromikan itu.
