Iran Kecam UEA, Tuding Buka Jalan Militer AS-Israel Masuk Wilayahnya

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi
Sumber :
  • presstv.ir

VoxPop –Kementerian Luar Negeri Iran mengecam kerja sama Uni Emirat Arab (UEA) dengan pihak yang dianggap bermusuhan dengan Iran serta memperingatkan bahwa Kerjasama itu bisa menggangu perdamaian dan stabilitas kawasan.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

Dalam pernyataannya, Kemlu Iran muding Abu Dhabi memberikan ruang bagi militer Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya. Menurut Iran langkah itu berpotensi mengancam keamanan nasional sekaligus merusak stabitilas regional.

Iran juga membantah klaim UEA yang menyebut negaranya telah meluncurkan serangan rudal atau drone ke negara tersebut. Iran menyebut bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.

img_title Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei, Spekulasi Keretakan Elite Mencuat

Melansir laman Anadolu Agency, Rabu 6 Mei 2026, Kemlu Iran menegaskan bahwa langkah pertahanan yang diambil negara mereka belakangan ini semata-mata ditujukkan untuk merespons aktivitas AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan itu juga, Iran meminta UEA tidak terlibat dengan pihak-pihak yang dianggap bermushan serta menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan prinsip hubungan abik antar negara.

img_title Netanyahu Buka Peluang Israel Serang Iran Tanpa AS, Negosiasi Nuklir Justru Masuki Tahap Lanjut

Masih dalam pernyataan yang sama, Iran juga menegaskan bahwa mereka berhak mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanannya.

Sebelumnya, angkatan bersenjata Iran juga membantah telah melakukan serangan rudal atau drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran, IRIB.

Mengutip pernyataan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, IRIB menyebut tidak ada operasi semacam itu yang dilakukan. Disebutkan pula bahwa jika memang ada tindakan militer, hal tersebut pasti akan diumumkan secara jelas dan resmi.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya juga menolak tuduhan dari Kementerian Pertahanan UEA tidak berdasar, serta memperingatkan bahwa jika ada serangan terhadap Iran yang berasal dari wilayah UEA, maka Teheran akan memberikan balasan yang tegas dan membuat penyesalan.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, termasuk laporan serangan yang menargetkan UEA selama dua hari berturut-turut.

Otoritas UEA menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat gelombang rudal dan drone yang disebut diluncurkan dari Iran. Serangan sebelumnya bahkan dilaporkan memicu kebakaran besar di kawasan industri minyak Fujairah.

Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dan berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.

Sejak 13 April, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas kapal Iran di jalur perairan strategis tersebut.

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Salah satu poin utama dalam beleid tersebut ialah pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dianggap bermusuhan melintasi selat hormuz

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut