Survei Terbaru Ungkap Kemarahan Publik ke Trump, Perang Iran Disebut Bikin Amerika Makin Lemah

Para pengunjuk rasa berkumpul dan berdemonstrasi di luar Minnesota State Capitol
Sumber :
  • Getty Image via BBC News

VoxPop –Sebuah survei terbaru menunjukkan tingkat kemarahan publik terhadap Presiden Donald Trump meningkat. Kemarahan ini dipicu oleh perang yang dilancarkan AS ke Iran sejak akhir Februari lalu.

img_title AS Akan Tutup 5 Kantor Konsulatnya, Ada di Indonesia dan Jepang

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan PBS News/NPR/Marist yang dipublikasi pada Rabu waktu setempat, mayoritas warga AS menilai perang tersebut lebih banyak membawa kerugian daripada manfaatnya, melemahkan posisi AS di mata dunia dan memperburuk tekanan ekonomi di dalam negeri.

Dari hasil survei itu juga diketahui bahwa mayoritas warga AS kini menolak cara Trump dalam menangani perang dengan Iran.

img_title Harga Emas Hari Ini 4 Agustus 2026: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Melansir laman presstv.ir, Jumat 8 Mei 2026, dari survei itu menunjukkan lebih dari 60 persen responden atau sekitar 6 dari 10 warga AS tidak menyetujui kebijakan Trump. Sementara itu hanya 33 persen yang mendukung kebijakan konfrontatifnya yang dinilai berisiko membuat AS semakin terisolasi secara global.

Tak hanya itu saja, diketahui kekecewaan publik terhadap Trump meningkat tajam sejak Maret lalu. Saat itu 54 persen warga Amerika menyatakan tidak setuju terhadap perang yang digaungkan Trump, sedangkan hanya 33 persen yang  mendukung kebijakan Iran yang dibuatnya.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Penolakan terhadap perang AS melawan Iran bahkan lebih besar lagi. Sebanyak 61 persen warga Amerika menilai operasi militer tersebut lebih banyak membawa dampak buruk daripada baiknya. Pandangan itu bahkan didukung oleh seperempat responden dari Partai Republik. Sementara hanya 38 persen yang percaya perang tersebut lebih banyak membawa manfaat daripada kerugian.

Di kalangan Partai Republik sendiri, penolakan juga terlihat mengalami peningkatan. Meski 72 persen masih mendukung kebijakan Trump terhadap Iran, angka yang tidak setuju kini naik menjadi 22 persen, dari sebelumnya 15 persen pada Maret lalu.

Sebanyak 22 persen responden Partai Republik juga menilai posisi Amerika Serikat di dunia semakin memburuk, angka ini naik dua kali lipat dibanding angka 11 persen pada Januari lalu.

Survei itu juga menemukan bahwa 62 persen warga Amerika percaya Trump telah melemahkan posisi AS secara internasional dan merusak citra negara tersebut lewat kebijakan luar negeri yang agresif. Angka itu naik dari 57 persen pada Januari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut