Menlu Wang Yi Beberkan Isu Utama yang DIbahas di Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Menlu China Wang Yi dalam pidato kebijakan regional China di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin 11 Juli 2022.
Sumber :
  • Antara / Azis Kurmala

Jakarta, VoxPop – Menteri Luar Negeri China Wang Yi buka-bukaan terkait sejumlah hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Topik mengenai isu Taiwan menjadi yang utama dibahas hingga situasi Timur Tengah.

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

Wang Yi mengatakan, Xi dan Trump melakukan pertemuan bilateral lebih dari dua jam pada Kamis waktu setempat. Pertemuan itu dilanjutkan dengan kunjungan ke Kuil Langit dan jamuan makan malam kenegaraan.

"Dalam pertemuan kali ini, isu Taiwan merupakan salah satu topik utama. Posisi China sangat jelas. Pertama, masalah Taiwan adalah urusan dalam negeri China," kata Wang Yi dalam pernyataannya di laman Kementerian Luar Negeri China, dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.

img_title Ketum PSSI: China Ikut Berebut Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup

Pada Jumat, Trump juga mendapat tur pribadi ke Zhongnanhai, kompleks kantor dan kediaman resmi Xi Jinping serta petinggi Partai Komunis China lainnya. Wang Yi mengatakan bahwa mewujudkan "penyatuan kembali negara secara penuh" merupakan harapan bersama bangsa China.

"Daratan China dan Taiwan sama-sama merupakan bagian dari satu China," katanya.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Dia mengatakan prinsip "satu China" dan tiga komunike bersama China-AS harus tetap dipatuhi oleh Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan persoalan paling sensitif dalam hubungan China-AS.

"Jika ditangani dengan baik, hubungan kedua negara dapat mempertahankan stabilitas secara umum. Namun jika tidak ditangani dengan baik, kedua negara dapat mengalami benturan bahkan konflik," kata Wang Yi.

Lebih lanjut dia mengatakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan hanya dapat dijaga apabila tidak ada dukungan terhadap "kemerdekaan Taiwan". "Dalam pertemuan ini, kami merasakan bahwa Amerika memahami posisi China, memperhatikan keprihatinan China, dan seperti masyarakat internasional, tidak mengakui maupun menerima Taiwan menuju kemerdekaan," katanya.

Terkait hubungan ekonomi, Wang Yi mengatakan China dan AS seharusnya membangun hubungan yang saling menguntungkan. "Dalam menghadapi perbedaan dan gesekan, konsultasi yang setara adalah satu-satunya pilihan yang benar," ujarnya.

Menurut Wang Yi, tim ekonomi kedua negara telah mencapai hasil yang dinilai seimbang dan positif. Hasil tersebut mencakup pembentukan dewan perdagangan dan investasi, penyelesaian isu akses pasar produk pertanian, serta upaya memperluas perdagangan dua arah dalam kerangka penurunan tarif.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut