Selain Israel, Rusia Kini Masuk Daftar Hitam PBB Terkait Kekerasan Seksual Saat Konflik Perang

Bendera Rusia.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VoxPop –Laporan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kekerasan seksual dalam konflik di berbagai negara. Dalam laporan tersebut sebanyak 77 pihak pemerintah maupun non pemerintah dari sekitar 12 negara masuk daftar hitam karena diduga terlibat atau bertanggung jawab atas kekerasan seksual dalam konflik di berbagai belahan dunia.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Dari laporan tersebut, pasukan militer Israel dan Rusia masuk daftar hitam PBB tahun ini terkait dugaan kekerasan seksual terhadap tawanan perang dan warga sipil.

Melansir laman AP News, Jumat 29 Mei 2026, daftar tahun 2025 itu mencakup pasukan militer dan keamanan Israel serta kelompok Hamas yang sebelumnya sudah masuk ke daftar hitam usai serangan mereka ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza. Sementara itu, Rusia untuk pertama kalinya masuk dalam dafar hitam PBB tahun ini terkait dugaan kekerasan seksual terhadap tawanan perang dan warga sipil yang ditahan selama perang di Ukraina.

img_title DPR: Keadilan Restoratif Harus Jadi Bagian Penting Penanganan Perkara

Daftar tahun 2025 itu mencakup pasukan militer dan aparat keamanan Israel, serta kelompok Hamas yang sebelumnya sudah dimasukkan ke daftar hitam usai serangan mereka ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza. Dalam laporan tahun lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebenarnya sudah memperingatkan Israel dan Rusia bahwa keduanya bisa dimasukkan ke dalam daftar tersebut.

Duta Besar Rusia dan Israel untuk PBB pun langsung menyampaikan kemarahan mereka atas keputusan itu dan melontarkan kritik keras kepada Guterres.

img_title Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

“Kami akan mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal bahwa ini adalah kebohongan tanpa dasar dan tuduhan yang terus-menerus menggambarkan Rusia sebagai pihak jahat,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia.

Ia juga mengatakan Rusia tengah menyusun laporan mengenai perlakuan Ukraina terhadap tawanan perang asal Rusia.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyatakan kekecewaannya lewat media sosial.

“Kami sudah muak dengan Sekretaris Jenderal PBB ini. Guterres menempatkan Israel dalam daftar hitam yang sama dengan Hamas, ISIS, dan organisasi teroris paling kejam di dunia,” tulis Danon.

Danon menegaskan Israel sebenarnya telah menyerahkan dokumen, data, dan jawaban rinci terkait berbagai tuduhan yang dimuat dalam laporan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut