Usai Dikritik, Netanyahu Pastikan Operasi Militer Israel di Lebanon Tetap Berlanjut

PM Israel, Benjamin Netanyahu
Sumber :
  • REUTERS/Brian Snyder/File Photo

VoxPop –Senin waktu setempat, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut Israel akan menghentikan serangan ke Lebanon setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hizbullah.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Namun di satu sisi, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan militer Israel akan tetap melanjutkan operasi militer yang sedang berlangsung di Lebanon Selatan.

“Saya berbicara dengan Presiden Trump malam ini dan mengatakan kepadanya bahwa jika Hezbollah tidak menghentikan serangan terhadap kota-kota dan warga kami, Israel akan menyerang target-target teroris di Beirut,” kata Netanyahu, seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa 2 Juni 2026.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

“Posisi kami tidak berubah. Pada saat yang sama, militer akan terus menjalankan operasi sesuai rencana di Lebanon selatan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Trump pada Senin dini hari menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah telah mencapai kesepahaman untuk menghentikan serangan satu sama lain.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Media Israel juga melaporkan bahwa Netanyahu dan Trump sempat berbicara melalui telepon untuk membahas situasi di Lebanon dan Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya eskalasi militer Israel di Lebanon, hanya beberapa jam setelah Netanyahu memerintahkan militer melakukan serangan udara ke Beirut, ibu kota Lebanon.

Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan Washington menyusul meningkatnya serangan Israel di Lebanon.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa Israel sebenarnya berencana melancarkan serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut pada Senin pagi. Namun, rencana serangan tersebut ditunda setelah adanya campur tangan dari Amerika Serikat.

Seperti diketahui, ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang target-target yang terkait dengan Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan damai yang bersifat permanen. Meski begitu, upaya diplomatik untuk mencari solusi masih terus berlangsung.

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut