Laporan Ungkap Pasukan Israel Kian Terdesak, Kekuatan Hizbullah Justru Meningkat
- Antara Foto
"Ancaman itu juga merupakan pengakuan bahwa strategi Israel dalam pertempuran tersebut belum mencapai hasil yang diharapkan," tulis laporan tersebut dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 3 Juni 2026.
Pada awal operasi militer, Israel berupaya membentuk zona penyangga di Lebanon selatan dan mendorong Hizbullah menjauh dari perbatasan. Namun menurut analisis itu, Hizbullah tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga dinilai lebih kuat dibanding saat invasi dimulai.
Pengamat Israel, Boaz Haetzni, menyoroti efektivitas drone generasi baru yang digunakan Hizbullah.
"Drone adalah pisau dalam bentuk teknologi. Biayanya sangat murah, komponennya bisa dibeli secara online, dan operatornya tidak perlu mendekati target karena bisa melihatnya dari jarak beberapa kilometer," ujarnya.
Para pejabat dan analis militer Israel juga mengakui bahwa hingga saat ini belum ada solusi efektif untuk menghadapi penggunaan drone serat optik yang semakin meluas.
"Tidak ada solusi yang benar-benar efektif untuk menghadapi drone serat optik selain perlindungan fisik, ditambah kemampuan deteksi dan pencegatan yang masih sangat terbatas," kata Haetzni.
Ia menambahkan bahwa kritik terhadap lembaga pertahanan Israel bukan karena gagal menemukan solusi baru, melainkan karena para prajurit belum dibekali perlengkapan dan prosedur pertahanan yang memadai untuk menghadapi ancaman yang sebenarnya sudah dikenal selama bertahun-tahun.
