Gempa M7,7 Filipina Makan Korban Jiwa, Satu Orang Tewas Tertimpa Bangunan yang Runtuh, Empat Orang Luka-luka
- ANTARA/HO-BMKG
Kekuatan gempa yang besar membuat getarannya dirasakan di sejumlah wilayah dan memicu kewaspadaan di negara-negara sekitar kawasan Laut Sulawesi.
Jepang dan Indonesia Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Pasca-gempa besar tersebut, sejumlah negara langsung mengaktifkan sistem peringatan dini tsunami sebagai langkah antisipasi.
Di Indonesia, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami kurang dari 10 menit setelah gempa terjadi. Langkah cepat tersebut dilakukan mengingat karakteristik gempa yang berpotensi memicu perubahan muka air laut.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa gelombang tsunami memang telah terdeteksi di beberapa wilayah Indonesia, meski masih dalam kategori kecil.
BMKG Deteksi Gelombang Tsunami di Indonesia
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengungkapkan bahwa gelombang tsunami dengan ketinggian antara 9 hingga 18 sentimeter telah tercatat di tiga titik pengamatan.
Tiga wilayah yang mendeteksi anomali muka air laut tersebut adalah Ulu Siau dan Melonguane di Sulawesi Utara, serta satu titik pemantauan di wilayah Maluku Utara.
Meski tinggi gelombang yang tercatat masih tergolong minor, BMKG meminta masyarakat di wilayah pesisir untuk tidak mengurangi kewaspadaan.
Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, beberapa wilayah pesisir masih memiliki potensi mengalami kenaikan muka air laut dengan status Siaga hingga Awas.
Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan evakuasi yang diberikan pemerintah daerah maupun petugas terkait.
"Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG karena menurut pemodelan, ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, tinggi tsunaminya berkisar antara Siaga dan juga Awas," kata Nelly.
Saat ini BMKG bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan secara real time melalui jaringan tide gauge dan berbagai sensor pemantau tsunami lainnya untuk memastikan kondisi wilayah pesisir tetap aman.
Sementara itu, otoritas di Filipina masih melanjutkan operasi penyelamatan dan pendataan dampak kerusakan akibat gempa M7,7 yang telah menelan korban jiwa tersebut. Jumlah korban maupun bangunan yang terdampak masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung di sejumlah wilayah Mindanao.
