Harga Minyak Dunia Naik di Atas USD 80 per Barel Imbas Batalnya Perundingan AS-Iran di Swiss

Ilustrasi minyak mentah.
Sumber :
  • VoxPop/Davro

Jakarta, VoxPop – Harga minyak mentah Brent naik kembali di atas 80 dolar AS (sekitar Rp1,4 juta) per barel pada Jumat, seiring investor mempertimbangkan meningkatnya risiko geopolitik setelah dibatalkannya perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan baru Israel di Lebanon.

img_title AS Cabut Visa Dubes Brasil usai Calon Dubes Usulan Trump Ditolak

Minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar 80,11 dolar AS per barel pada Jumat pukul 07.00 GMT. Di sisi lain, kondisi pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan perbaikan.

Harga minyak terdorong setelah Swiss menyatakan bahwa perundingan yang direncanakan antara AS dan Iran tidak akan berlangsung sesuai jadwal.

img_title Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Perundingan Gagal

Kementerian Luar Negeri Swiss mengatakan bahwa diskusi yang direncanakan di Burgenstock dibatalkan setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, tidak akan berangkat ke Swiss karena rincian logistik untuk pembicaraan teknis yang diharapkan dengan Iran masih belum terselesaikan.

Pembatalan tersebut memicu kekhawatiran mengenai kelanjutan proses diplomasi setelah perjanjian damai sementara AS-Iran, yang mengakhiri konflik berkepanjangan dan menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Secara terpisah, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa serangan bom dan artileri Israel di Kota Nabatieh dan wilayah sekitarnya menewaskan sedikitnya 24 orang serta melukai beberapa lainnya pada Jumat dini hari. Meski risiko geopolitik kembali meningkat, investor fokus pada tanda-tanda normalisasi arus energi melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah mencabut pembatasan lalu lintas menuju dan dari pelabuhan serta perairan pesisir Iran.

Sedangkan Pusat Informasi Maritim Gabungan menyarankan kapal-kapal yang melintasi selat tersebut untuk mengambil jalur yang lebih dekat ke garis pantai Oman guna mengurangi risiko ranjau laut.

Kapal tanker yang mengangkut minyak mentah yang sebelumnya tertahan mulai keluar dari jalur perairan tersebut pada Kamis, sementara Kuwait menyatakan akan mulai meningkatkan produksi minyaknya.

Prospek pengiriman yang membaik membatasi kenaikan harga minyak, dengan harga menghapus hampir semua kenaikan yang tercatat sejak konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari dan tetap berada di jalur penurunan mingguan yang tajam. (Ant)

Rudal pencegat HAWK.

AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS tetap memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap operasi sesuai keputusan presiden.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut