Kampanye Asimiliasi Tiongkok di Mongolia Dalam Kini Meluas ke Ranah Digital

Kehidupan penduduk Mongolia.
Sumber :
  • U-Report

Referensi kepada Chingghis Khan dilaporkan telah dikurangi di museum dan kurikulum. Tujuannya bukan hanya untuk mengubah bahasa yang digunakan orang Mongolia, tetapi juga untuk mendefinisikan ulang kategori budaya mereka secara keseluruhan.

img_title Kunjungi Beijing Jelang Penerbitan Panda Bond, Purbaya Temui Menteri Keuangan Tiongkok

Inilah yang membuat Mongolia Dalam berbeda. Tidak seperti Xinjiang atau Tibet, di mana Beijing menggunakan separatisme dan terorisme sebagai pembenaran, Mongolia Dalam tidak memiliki latar belakang seperti itu.

Populasi Mongolia adalah minoritas demografis di wilayah otonomnya sendiri, yang telah lama terintegrasi ke dalam negara Tiongkok. Protes tahun 2020 adalah reaksi terhadap kebijakan, bukan penyebab kerusuhan. Penindasan di sini mengungkapkan sifat sebenarnya dari kebijakan etnis Tiongkok: perbedaan itu sendiri diperlakukan sebagai ancaman.

img_title Pengaruh Tiongkok Kini Meluas ke Seluruh Dunia Demokratis

Kebijakan Etnis “Generasi Kedua” Partai Komunis Tiongkok 

Kebijakan etnis "generasi kedua" Tiongkok lebih mengutamakan fusi daripada akomodasi. Kebijakan ini memandang keberlangsungan identitas minoritas bukan sebagai realitas yang harus dikelola, melainkan sebagai masalah yang harus dipecahkan.

img_title Bahasa Saja Tak Cukup, Mahasiswa Diminta Jadi Jembatan Komunikasi Indonesia-Tiongkok

Mongolia Dalam menunjukkan bahwa asimilasi bukanlah tentang menanggapi ketidakstabilan, melainkan tentang secara proaktif menghilangkan keragaman. Model pemerintahan PKT memprioritaskan keseragaman, bahkan ketika berurusan dengan minoritas yang tidak pernah menimbulkan tantangan bagi keamanan nasional.

Perhitungan Geopolitik 

Mongolia Dalam sangat vital secara strategis. Wilayah ini menjadi pusat pasokan batubara dan logam tanah jarang bagi Tiongkok dan membentuk segmen sentral koridor ekonomi Tiongkok-Mongolia-Rusia. Perbatasannya yang panjang dengan Mongolia menambah sensitivitas geopolitik.

Simpati publik di Ulaanbaatar terhadap kerabat etnis di seberang perbatasan memang nyata, tetapi ketergantungan ekonomi Mongolia pada Tiongkok membatasi kemampuannya untuk mengajukan keberatan.

Ketergantungan timbal balik yang asimetris ini menggambarkan dilema tersembunyi yang dihadapi oleh negara-negara tetangga yang lebih kecil: kepedulian budaya yang tulus dibatasi oleh ketergantungan struktural.

Masa Depan Sunyi Identitas Mongolia 

Kemungkinan terjadinya kembali protes massal di Mongolia Dalam sangat kecil. Baik ruang fisik maupun digital untuk menyuarakan perbedaan pendapat telah sengaja ditutup.

Hasil yang lebih mungkin terjadi adalah asimilasi bertahap: generasi etnis Mongolia yang mewarisi bahasa kakek-nenek mereka sebagai warisan masa lalu daripada sebagai bahasa sehari-hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut