AS Kembali Serang Iran, Sebut untuk Balas Penembakan Kapal di Selat Hormuz

Ilustrasi perang AS-Iran.r
Sumber :
  • VoxPop/Davro

Washington, VoxPop Amerika Serikat (AS) melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

"Komando Pusat AS telah melancarkan serangkaian serangan yang kuat terhadap Iran untuk memberikan dampak besar kepada mereka karena sudah mengincar dan menyerang kapal komersial yang diawaki orang sipil tak bersalah di perairan internasional," kata CENTCOM melalui media sosial X, Selasa.

"Serangan tersebut adalah untuk membalas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran itu tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," kata CENTCOM lagi.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Menurut Axios, serangan yang dilancarkan militer AS itu mengincar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, titik peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, serta fasilitas pelabuhan di Iran.

Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Axios bahwa serangan terbaru ini lebih kuat empat hingga lima kali lipat dari serangan pada 10 hari lalu.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Adapun pada Selasa, laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Dilaporkan PBS News, ada tiga kapal tanker yang tertembak proyektil di Selat Hormuz baru-baru ini. (Ant)

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut