16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun
- vstory
Suhu di Atas 40 Derajat Ganggu Aktivitas Masyarakat
Cuaca panas turut menghambat aktivitas sehari-hari warga. Di sejumlah kota, masyarakat memilih bertahan di pusat perbelanjaan, kafe berpendingin udara, hingga tempat perlindungan sementara untuk menghindari paparan suhu tinggi.
Seorang pekerja konstruksi di Seoul mengaku kondisi kerja menjadi sangat berat karena minim fasilitas pendingin.
"Kami istirahat 10 menit setiap jam, tetapi bahkan tidak ada kipas angin di sini. Yang bisa kami lakukan hanyalah duduk di tempat teduh," ujarnya, dikutip dari Korean Times.
Pekerja lain menggambarkan situasi di lokasi kerja seperti berada di dalam sauna akibat sirkulasi udara yang buruk.
Dampak gelombang panas juga memengaruhi dunia olahraga.
Organisasi Bisbol Korea membatalkan pertandingan di Changwon setelah suhu di wilayah tersebut mencapai 39,5 derajat Celsius.
Keputusan itu diambil untuk menjaga keselamatan pemain maupun penonton.
Penyebab Gelombang Panas
KMA menjelaskan gelombang panas dipicu oleh sistem tekanan tinggi yang bertahan di atas Semenanjung Korea dan diperkuat paparan sinar matahari yang intens.
Di Provinsi Gyeongsang Selatan, suhu meningkat lebih tajam akibat fenomena foehn, yaitu angin yang menjadi lebih panas dan kering setelah melewati pegunungan.
Fenomena tersebut membuat suhu di beberapa wilayah menembus 40 derajat Celsius selama beberapa hari berturut-turut.
Para ahli iklim mengingatkan cuaca ekstrem seperti gelombang panas diperkirakan akan semakin sering terjadi sebagai dampak perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Data KMA menunjukkan rata-rata jumlah hari gelombang panas tahunan di Korea Selatan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir menjadi sekitar 19 hari setiap tahun.
