CEO Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Internasional, Dituding Terlibat Terorisme
- wartaekonomi
Rekam Jejak Pavel Durov
Pavel Durov, diketahui pernah tinggal di Dubai dan Prancis. Pada 2024, ia ditangkap polisi Prancis atas tuduhan terkait penyebaran konten ilegal. Namun, ia kemudian dibebaskan dengan jaminan. Durov meninggalkan Prancis setelah otoritas setempat mencabut larangan bepergian terhadapnya.
Lahir di Saint Petersburg, kota asal Presiden Rusia Vladimir Putin, Durov mendirikan VKontakte, media sosial yang secara luas dikenal sebagai "Facebook-nya Rusia". Pada pertengahan 2010-an, Durov pada dasarnya dipaksa meninggalkan perusahaan tersebut setelah VKontakte mendapat tekanan dari pemerintah. Ia kemudian mendirikan Telegram, platform media sosial sekaligus layanan pesan pribadi.
Telegram dengan cepat menjadi salah satu layanan internet yang paling banyak digunakan di Rusia. Platform tersebut juga berhasil menggagalkan upaya otoritas internet Moskow yang berlangsung selama bertahun-tahun untuk memblokir akses Telegram di dalam negeri.
Tahun ini, jejaring sosial VKontakte, yang kini berada di bawah kendali negara dan dikenal sebagai VK, gencar mempromosikan aplikasi pesan Max yang didukung pemerintah. Pemerintah mendorong warga Rusia untuk beralih dari Telegram dan WhatsApp ke aplikasi tersebut.
Durov mengkritik Max dan menyebutnya sebagai aplikasi yang dikendalikan negara dan dibuat untuk pengawasan serta sensor politik.
