Delapan Kejadian Penting di Penjuru Dunia Sepanjang 2015

Lilin tiga warna saat memperingati serangan Paris, November tahun lalu.
Sumber :
  • REUTERS/Christian Hartmann

VoxPop.co.id - Sejumlah peristiwa penting terjadi di berbagai penjuru dunia sepanjang tahun 2015. Redaksi VoxPop mencatat beberapa diantaranya yang menarik perhatian besar:

img_title Helikopter Rusia Ditembak Jatuh

1. Penyerangan di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo

Awal 2015 diwarnai dengan aksi kekerasan oleh kelompok militan. Kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, diberondong tembakan oleh dua orang pelaku. 11 orang tewas, termasuk pemimpin redaksi majalah tersebut.

img_title RS Bersalin di Suriah Dihantam Bom Saat Operasi Caesar

Majalah ini terkenal sebagai majalah satire. Mereka kerap menampilkan sikap sinis, dan terkesan melecehkan, pada agama apa pun. Berulang kali majalah ini menggambar wajah Nabi Muhammad, hal yang dilarang dalam keyakinan Islam, juga menampilkan tulisan sinis terhadap Muslim. Sebelum diserang, majalah ini menampilkan karikatur Abu Bakar al Baghdadi, pemimpin tertinggi kelompok militant ISIS.

2. Gempa Nepal

Sabtu, 25 April 2015, gempa bumi dengan kekuatan 7,8 Skala Richter mengguncang Nepal. Sebanyak 8.947 orang tewas akibat gempa tersebut. Ini menjadi gempa terburuk sepanjang tahun 2015, dengan jumlah korban yang sangat banyak dan bangunan yang hancur mencapai lebih dari 500 bangunan.

img_title Hollande Adakan Pertemuan dengan Pemuka Agama

Gempa bumi juga membuat gumpalan salju di pegunungan Himalaya longsor. Banyak pendaki yang terjebak dan menjadi korban. Meski bantuan internasional berdatangan, namun negara yang terkenal dengan nilai-nilai timurnya itu butuh upaya yang besar untuk kembali pulih.

3. Tragedi Mina

Prosesi ibadah haji 2015 diwarnai dengan dua insiden. Pertama, adalah jatuhnya crane di Masjidil Haram. Akibat jatuhnya alat berat ini, sekitar  127 jemaah tewas. Kedua, kerusuhan tragedi Mina. Prosesi melontar jumroh di Mina menelan korban.  Jemaah yang berdesak-desakan dan padat membuat jumlah korban melonjak.

Pemerintah Saudi, mengklaim jumlah korban mencapai 700 orang dari seluruh negara. Namun jumlah itu tak pernah berubah, bahkan hingga berbulan-bulan. Sebuah laporan yang disampaikan dua bulan setelah kejadian, menyebut jumlah korban yang jauh lebih banyak.

Berdasarkan investigasi dan laporan dari masing-masing negara yang kehilangan warganya, harusnya jumlah korban mencapai lebih dari 2.000 orang. Meski mengklaim telah melakukan investigasi, namun hingga saat ini tak pernah terdengar lagi laporan resmi dari pemerintah Saudi, berapa jumlah korban, dan apa penyebab terjadinya kerusuhan tersebut.

4. Pengungsi Suriah

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut