Cerita Pegawai Agen Layanan Keuangan Linglung saat Ditipu

ilustrasi penipuan hipnotis.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andry Arifin

VoxPop – Berdalih sebagai pegawai bank, dua pria tidak dikenal berhasil menipu pegawai Agen Layanan Keuangan. Mereka berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp4 juta.

img_title 80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar dan Lebih Mahal, Amran: Itu Penipuan

Kejadian tersebut terjadi di Kawasan Muara Baru Jakarta Utara. Korban penipuan, Putri (22), menjelaskan kronologi kejadian dan modus pelaku.

Dia mengatakan, para pelaku mengaku kenal dengan pemilik agen layanan bernama Sadam yang sejatinya merupakan kakak ipar korban.

img_title Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Salah seorang pelaku pun kemudian meminjam ponsel milik putri dengan alasan hendak menghubungi Sadam.

"Dia pura-pura jadi temannya kakak ipar saya (pemilik agen layanan keuangan), mengaku orang BRI. Nah, modusnya dia pinjam handphone saya," ujar Putri dikonfirmasi, Rabu, 6 Januari 2021.

img_title Pelaku Kasus Penipuan Berkedok Investasi Senilai Rp 7,8 Miliar Diringkus

Putri mengaku tidak sadar alias linglung saat memberikan ponselnya kepada pelaku. Naluri mempercayai pelaku saat itu menyelimuti benak Putri tanpa memikirkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi pas saya kasih handphone, saya itu saya enggak sadar sama sekali. Dia menyentuh tangan saya pas lagi minta HP," ujarnya.

Setelah memegang HP korbannya, kedua pelaku mengubah kontak Sadam dengan nomornya dan mengirim pesan untuk meminta Putri memberikan uang senilai Rp4 juta kepadanya.

"Jadi nomornya dia dijadiin kontak kakak ipar saya. Nah, ternyata saya ya chat-nya ya sama dia (pelaku),” ujarnya.

Pelaku mengetik sendiri sebuah pesan dengan menjadi orang lain yang dikenal korban dan meminta korban untuk menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku.

Setelah menerima uang, pelaku kemudian pergi dengan temannya yang mengendarai sepeda motor.

Sekitar 10 menit berselang, Putri kemudian sadar dirinya telah ditipu setelah melihat nomor Sadam yang asli tanpa nama di Grup WhatsApp keluarga.

Peristiwa itu terekam CCTV dan video itu sempat tersebar di media sosial. Putri menambahkan, pelaku sempat memintanya untuk kembali mengirim sejumlah uang sebesar Rp4,5 juta melalui pesan WhatsApp.

Namun ia tak menghiraukan. Kasus itu telah dilaporkan ke polisi, para pelaku hingga kini masih dalam proses pengejaran. (ase)

Baca juga: Bank Dunia Pertahankan Proyeksi Ekonomi RI 2021 Tumbuh 4,4 Persen

Polisi merilis kasus pengungkapan sindikat penipuan daring bermodus promo penjualan logam mulia

Sindikat Penipu Penjualan Emas Dibongkar, Dikendalikan Napi Lapas di Sumut

Polda Jawa Timur mengungkap sindikat penipuan daring bermodus promo penjualan logam mulia yang dikendalikan narapidana (napi) dari lapas di Sumatera Utara

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut