Dukun Cabul Modus Rukiah dengan Vibrator di Malang Ternyata Dikenal Baik dan Rajin Beribadah

Ilustrasi pelecehan seksual
Sumber :
  • Poverty Action Lab

VoxPop Kriminal – Pria mengaku dukun yang ditangkap polisi karena disangka mencabuli pasiennya gadis di bawah umur di Malang, Jawa Timur, dikenal orang yang baik dan bahkan rajin beribadah.

img_title Polisi Minta Waktu Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Libatkan Oknum Pendeta

Para tetangga memang mengetahui pria berinial E (47 tahun) itu sudah lama membuka jasa pengobatan alternatif dengan metode rukiah. Namun mereka tak pernah menyangka E berbuat asusila kepada sejumlah pasiennya.

"Baik orangnya, [rajin mengikuti kegiatan] tahlilan juga, kok. Saya pernah berobat ke beliaunya, ya, tahunya buka terapi bekam. Kebanyakan pasien memang bukan orang sini; setiap hari dari pagi sampai malam lumayan banyak pasiennya," kata Sugianto, warga setempat, saat ditemui wartawan, Rabu, 28 Desember 2022.

img_title Pesulap Merah Ungkap Pernah Ditawari Rp200 Juta untuk Tutup Mulut Usai Grebek Dukun Gadungan

Ilustrasi korban pencabulan.

Photo :
  • ANTARA/HO-Dok.Humas Polda Banten

Si dukun E, katanya, selain membuka praktik pengobatan alternatif, juga memiliki usaha produksi kue yang dia jalankan bersama istrinya. Dia mempekerjakan beberapa warga setempat untuk bisnis kue itu.

img_title Kronologi Kasus Oknum Guru Diduga Serahkan Murid ke Suaminya untuk Dicabuli

E dilaporkan kepada polisi karena dicurigai mencabuli pasiennya gadis di bawah umur. Pelaku yang merupakan warga Cemorokandang, Kota Malang, Jawa Timur, mencabuli korbannya setelah melakukan pijatan di sekujur tubuh. 

Awal kejadian

Polisi menyebut pelaku membuka jasa pengobatan alternatif dengan metode rukiah. Sedangkan peristiwa pencabulan itu terjadi pada Minggu, 25 Desember 2022. Tiga hari kemudian, setelah korban melapor, polisi menangkap si dukun di rumahnya.

"Pelaku membuka pengobatan alternatif dengan metode rukiah. Namun kebetulan korban ini yang di bawah umur berobat alternatif ke sana setelah dirukiah tersebut korban langsung dicabuli ... ," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga, Rabu. 

Ilustrasi kekerasan seksual.

Photo :
  • VoxPopnews/Anhar Rizki Affandi

Korban, kala itu, katanya, datang bersama seorang temannya ke rumah pelaku. Korban masuk ke dalam sebuah ruangan, sementara temannya menunggu di luar. Di ruangan itulah, korban dicabuli, meski tak sampai disetubuhi.

Alat bantu seks

Tindak asusila itu terungkap saat korban merasa nyeri pada bagian kemaluan. Dia lantas menceritakannya pada orang terdekat. Ternyata aksi pencabulan ini tidak hanya menggunakan tangan melainkan juga dengan alat bantu seks untuk orang dewasa berupa vibrator.

"Jadi, selain memegang menggunakan tangan, pelaku memakai alat bantu orang dewasa. Kalau dari awal, ya, [penggunaan alat bantu seks disebut] bagian dari metode pengobatan," kata Bayu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut