Terbongkar, Praktik Dokter Ilegal di Bali Aborsi 1.338 Pasien Termasuk Anak-anak SMA

Ilustrasi ruang aborsi.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon

VoxPop Kriminal - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali mengungkap praktik aborsi yang dilakukan oleh residivis dalam kasus yang sama.

img_title Viral Komentar Nirempati Diduga Oknum Nakes Pada Unggahan Pasien

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra menjelaskan, pelaku berinisial KAW (53) dan pernah divonis 2,5 tahun pada tahun 2006. Kemudian, pada 2009, pelaku kembali ditangkap dalam kasus aborsi dengan vonis 6 tahun.

"Sekarang yang bersangkutan kembali melakukan praktik yang sama, aborsi sejak tahun 2020," kata Ranefli, Senin, 15 Mei 2023.

img_title Pertarungan Sengit 2 Jam 45 Menit, Isaac Becroft Sabet Gelar Juara M-15 Bali

Dalam kasus ini, polisi menemukan fakta yang mencengangkan. Pasalnya, pasien aborsi yang datang ke pelaku rata-rata anak SMA, mahasiswa dan pekerja muda. Pelaku memasang tarif mulai Rp3,8 juta.

Polda Bali ungkap kasus praktik aborsi yang dilakukan oleh residivis

Photo :
  • Maha Liarosh (Bali)
img_title Razia Jasa Pengiriman, Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Puluhan Bal Rokok Ilegal ke Timor Leste

KAW ditangkap di tempat praktiknya yang beralamat di Jalan Raya Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali mendapatkan informasi dari patroli Siber yang dilakukan.

"Dalam pencarian di google ditemukan keyword yang mengarah pada praktik yang dilakukan oleh pelaku, dengan alamat di sekitaran Dalung," jelas Ranefli.

Saat polisi melakukan pengecekan di alamat tersebut, pelaku baru selesai melakukan praktik aborsi kepada pasiennya. Di tempat praktik itu juga ditemukan peralatan kedokteran.

Polisi mengkonfirmasikan kepesertaan pelaku ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ternyata, nama pelaku tidak terdaftar sebagai anggota IDI. Sebelum ditangkap, polisi mengkonfirmasi bahwa pelaku telah menerima 20 pasien. 

Polda Bali ungkap kasus praktik aborsi yang dilakukan oleh residivis

Photo :
  • Maha Liarosh (Bali)

Sedangkan, selama membuka praktik sejak tahun 2020, pelaku telah melakukan aborsi terhadap 1.338 janin tak berdosa.

"Itu data yang kita temukan di TKP, jumlah pasien tercatat sejak April 2020 sampai ditangkap sebanyak 1.338 orang," jelasnya.

Dalam kasus itu, pelaku menghadapi pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan atau denda Rp10 miliar. 

Ilustrasi dokter

Kemenkes Buka Suara soal Viral Komentar Nirempati Nakes ke Pasien

Menyusul dengan viralnya komentar nirempati yang disampaikan oleh nakes terhadap pasien bernama Yurizal, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut