Kombes Hengki Beberkan Peran 3 Polisi yang Malah Jadi Penjual Senpi Ilegal

Senjata api (foro ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Jakarta - Polda Metro Jaya membeberkan peran tiga anggota polisi yang dicokok terkait kasus jual-beli senjata api (senpi) ilegal. Salah satunya Bripka Reynaldi Prakoso anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, berperan membeli senjata api ilegal lewat e-commerce.

img_title Ini Alasan Pelaku Mutilasi di Depok Potong Tubuh Korban dan Buang Kakinya ke Sungai

Hal itu diungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi.

"Yang bersangkutan menerima senjata dari salah satu penjual senjata secara ilegal," kata Hengki kepada wartawan, Jumat 18 Agustus 2023.

img_title Terungkap! 3 WNI Korban TPPO Dipulangkan dari Libya dalam Kondisi Sakit, 41 Orang Masih Tertahan

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu menyebut motif Reynaldi beli senpi itu tak berkaitan dengan DE (28), karyawan PT KAI yang diduga terlibat aksi terorisme. Hengki berdalih alasan Reynaldi cuma hobi senpi semata.

"Kemudian, motif Renaldy itu tidak ada hubungannya (dengan jaringan teror), dia hanya hobi senjata aja," ujarnya.

img_title Razia Jasa Pengiriman, Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Puluhan Bal Rokok Ilegal ke Timor Leste

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Photo :
  • VoxPop/Andrew Tito

Untuk Bripka Syarif Mukhsin anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten diminta oleh Bripka Reynaldi untuk meng-upgrade senpi. Dia telah diserahkan ke Paminal Polda Jawa Barat karena anggota Polresta Cirebon Kabupaten.

"Syarif ini pernah diminta bantuan oleh Reynaldi Prakoso untuk upgrade senjata airgun ke senjata api. Yang satu kita serahkan ke Paminal Polda Jabar, apabila ada pidana larikan (diserahkan) ke kita lagi, TKP (Tempat Kejadian Perkara) ke kita yang (anggota Polres) Cirebon," tutur Hengki.

Lalu yang terakhir, Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Muhamad Yudi Saputra perannya dititipi senpi ilegal oleh warga sipil penjual di e-commerce. Penjual itu tahu jadi target polisi kemudian menitipkan senpi kepada Iptu Muhamad. Dia menampik informasi yang kalau Iptu Muhamad Yudi Saputra merupakan pemasok senjata api laras panjang kepada teroris DE.

"Yang bersangkutan (Iptu Muhamad Yudi) ada salahnya juga, karena yang kita tangkap target ini, karena sudah tahu ditarget oleh kepolisian, ketakutan menitipkan senjatanya ke anggota ini. Belum sempat dilaporkan sudah kita ambil, jadi ada pelanggaran di sana. Yang iptu yang dikatakan dalam WA yang beredar bahwa pemasok senjata api laras panjang itu tidak benar ya. Pemasok senjata api panjang itu sudah kami tangkap, senjata panjang dan juga G2 Combat, pistol," katanya lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut