Fakta-fakta Pabrik Skincare Palsu di Bekasi: Pakai Tepung Tapioka Bikin Wajah Bruntusan

Polisi gerebek pabrik skincare palsu di Bekasi, Jawa Barat
Sumber :
  • Antara

"Pelaku melihat produk asli dari Glow Glowing itu berbahan dasar berwarna putih. Jadi mereka mencoba meniru dengan mencampurkan tepung tapioka dan jeli agar teksturnya menyerupai aslinya," kata Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi, AKP Muhammad Said Hasan, Rabu, 28 Mei 2025

img_title Pemerintah Ungkap Motif Pemalsuan Riset di Denmark Demi Raih Dana Perjalanan

Bahan-bahan seperti tepung tapioka diperoleh dari warung-warung sekitar rumah yang digunakan sebagai tempat produksi. Dalam penggerebekan, polisi menemukan dua kardus besar berisi tepung tapioka yang siap digunakan untuk proses produksi selanjutnya.

Tersangka berinisial SP yang merupakan pemilik usaha tersebut diketahui memang tidak memiliki ilmu tentang kosmetik. "Enggak ada ilmunya, dia lihat Youtube saja, asal-asal campur saja," kata Kapolresta.

img_title Kasus Ijazah Jokowi Masuk Babak Baru, Roy Suryo dan dr Tifa Segera Duduk di Kursi Terdakwa

3. Beroperasi Sejak 2023, Omzet Rp1,2 Miliar

Dari hasil penyidikan juga terungkap bahwa pabrik skincare palsu rumahan di Babelan, Bekasi, sudah berlangsung sejak 2023, dengan omzet mencapai Rp 1,2 miliar.

img_title Pakai Skincare Approved by Beauty Vlogger Sudah Pasti Cocok dan Aman? Begini Kata Dokter

Kapolresta menambahkan, tersangka SP hanya memiliki latar belakang sebagai penjual daring (online) saja dan tidak memiliki keahlian ilmu obat-obatan dan kosmetik.
 
"Pengakuannya, dia jualan online jadi dia punya ide jual 'skincare' itu, dia pegang rekeningnya pun sendiri, karyawannya hanya bagian bungkus saja," katanya.

Mustofa juga menjelaskan para karyawannya yang berjumlah tujuh orang tersebut dibayar Rp1,5-2 juta per bulan.

Modus operandinya, pelaku sengaja memalsukan merek yang sudah dikenal di pasaran untuk mempercepat proses penjualan sehingga mereka bisa meraup keuntungan besar dalam waktu singkat.

"Mereka adalah orang-orang yang memang memasarkan kosmetik tanpa memenuhi standar dan memakai merek yang sudah laku agar cepat diminati," katanya.

Produk palsu itu dijual lewat toko daring ternama seperti Shopee dan Lazada dengan harga Rp50 ribu-Rp150 ribu per paket, jauh lebih murah dibandingkan produk asli yang dibanderol Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.

4. Wajah Panas, Kulit Bruntusan

Dalam laporan polisi, para korban skincare palsu ini mengeluhkan wajah mereka panas hingga beruntusan usai menggunakan skincare tersebut.

"Komplain tersebut dikarenakan, setelah menggunakan skincare merek tersebut, wajah costumer terasa panas dan bruntusan," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Mustofa

Saat ini, polisi masih mendalami kasus ini melalui uji laboratorium untuk memastikan apakah bahan-bahan yang digunakan dalam skincare palsu tersebut mengandung zat berbahaya bagi kesehatan kulit dan tubuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut