Perampok Toko Emas asal Malaysia Pakai Waze untuk Pantau Lokasi

Kepala Polres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif merilis foto tersangka perampok toko emas dalam konferensi pers, Kamis, 11 Juli 2019.
Sumber :
  • VoxPop/Sherly

VoxPop – Kepolisian Resor Metropolitan Kota Tangerang merilis dua warga Malaysia tersangka perampok toko emas Permata Balaraja di kota setempat. Para pelaku, menurut polisi, memanfaatkan aplikasi berbasis lalu lintas dan navigasi Waze sebagai panduan dalam perjalanan menuju Indonesia.

img_title Polisi Perampok Toko Emas di Aceh Selatan Dipecat!

Kedua tersangka, Muhammad Nazri Fadzil Rahman dan Muhammad Nur Iskandar, juga menggunakan aplikasi itu sebagai alat pemantauan atau pengecekan lokasi toko emas yang akan menjadi sasarannya.

"Mereka ini tidak pakai tour guide (pemandu wisata), mereka cuma bermodalkan aplikasi Waze. Saat itu, untuk mengecek kondisi toko emas, mereka memasukkan kata kunci atau keyword di aplikasi Waze, yakni toko emas terdekat," kata Kepala Polres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, dalam konferensi pers, Kamis, 11 Juli 2019.

img_title Irjen Ruddi Setiawan Bongkar Motif Oknum Polisi Rampok Toko Emas di Aceh Selatan, Ternyata karena Uang

Dia menjelaskan, para pelaku mendapatkan informasi lokasi toko emas terdekat setelah pencarian melalui Waze. Mereka memilih sasaran toko emas Permata, lantas memantau situasi melalui aplikasi Google Street View. Saat dirasa cukup aman, mereka langsung melancarkan aksinya.

Bermodal satu mobil sewaan dan dua ‘pistol revolver’, keduanya berhasil menggasak emas di toko itu. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, nyatanya senjata yang digunakan hanya lah pemantik alias korek api yang bentuknya menyerupai revolver. “Hanya korek api berbentuk senjata," katanya.

img_title Oknum Polisi Rampok Toko Emas di Aceh Ditangkap

Dari tangan para tersangka, polisi menyita dua pemantik berbentuk senjata, enam baki emas, dan satu unit mobil Avanza. Hasil curian di Indonesia, seperti emas dan uang tunai, masih berada di kepolisian Malaysia untuk penyidikan di negeri jiran itu.

Polisi Malaysia masih menguasai barang bukti-barang bukti itu karena mereka lebih dahulu menangkap kedua perampok untuk kasus perampokan serupa di sana. Muhammad Nazri Fadzil Rahman dan Muhammad Nur Iskandar merampok toko emas lagi setelah menjarah toko emas Permata di Tangerang.

Pelaku perampokan rumah seorang nenek di Cakung

Masih Pakai Mukena dan Mulut Dilakban, Nenek di Cakung Lapor ke Kantor Polisi Ngaku Dirampok Tetangga

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Tri Putra mengungkapkan bahwa pelaku perampokan di kawasan Cakung berinisial M merupakan tetangga korban yang masih berusia 61 tahun.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut