Kronologis Penangkapan 21 Warga Negara China di Bogor
- VoxPop/Muhammad AR
Dua bulan berselang, pada tanggal 2 Juni 2020 16 orang WNA bersama Sukarsih pindah ke Vila Samir tak jauh dari Vila Rayhan. Vila ini juga masih dikelola oleh penjaga vila Rayhan, bernama Mahmud.
Meski telah pindah, para WNA ini masih menyewa vila sebelumnya dengan tujuan untuk tempat istirahat. Sukarsih sendiri sehari-hari bekerja untuk memasak, mencuci dan memenuhi keperluan dari para WNA tersebut.
Masih pengakuan Sukarsih, keseharian para WNA tersebut mengoperasikan laptop dan HP untuk melakukan trading mata uang asing (forex). Diketahui dalam penggerebekan itu, ditemukan 16 orang yang terdiri dari 15 laki-laki dan 1 orang perempuan.
Polisi sempat menanyakan Sukarsih tentang sebuah video yang menanyakan kegiatan dengan banyak laptop dan ponsel. "Enggak ada kegiatan apa-apa sih," sahut Sukarsih. Polisi lantas menanyakan banyaknya laptop yang digunakan di vila tersebut.
"Komputer mereka lagi forex, trading, forex itu jual beli uang asing gitu," jawab perempuan itu. Di samping wanita itu, pria WNA tidak mengenakan baju, sedang makan mi dengan menggunakan supit.
Dalam pemeriksaan tercatat para WNA menggunakan, 413 buah handphone bermerek Iphone Apple dan Xiaomi, 12 buah laptop bermerek HP, Dell, Asus, dan Samsung. Selain itu terdapat 6 Buku cacatan berisi angka dan tulisan berbahasa China.
Setelah mencari tahu keberadaan WNA lain, 4 orang WNA tinggal di vila terpisah Vila Rudang yang berada tak jauh dari lokasi Kampung Baru Jeruk. Petugas pun mengumpulkan mereka. Selanjutnya, polisi Tim Pengawas Orang asing (TIMPORA) berkoordinasi untuk menyerahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, sebab WNA tak bisa menujukan identitas tersebut.
Jalani Rapid test
Keberadaan WNA China tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Kecamatan Cisarua, yakni Camat Cisarua Deni Humaedi setelah berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk langsung melaksanakan rapid test COVID-19.
Menurut Deni, tindakan kepada para WNA sebagai Tugas COVID-19 wajib mengatisipasi penyebaran virus. Oleh karenanya, saat itu Kecamatan bersama tim medis COVID-19 melakukan rapid test di lokasi.
"Saya hanya bisa mengatakan di sana ada WNA yang harus dicek dan rapid test. Hasilnya negatif (non reaktif)," kata Camat Cisarua, Deni Humaedi dihubungi.
