Kapolda Sidak Protokol Kesehatan, Pedagang Malah Mengeluh
"Ada 60 personel setiap hari di sini. Mereka melakukan pengawasan protokol kesehatan. Tugasnya mengingatkan masyarakat sadar diri dan disiplin protokol kesehatan. Selain imbauan, sosialisasi dan edukasi juga ada teguran kepada masyarakat yang tak patuh," jelasnya.
Terkait adanya laju penambaham kasus di wilayah DKI Jakarta, Nana mengungkapkan bahwa personel pengawasan di lapangan bakal diperkuat. Saat ini, ada 5.000 personel TNI, Polri, bersama pemerintah daerah, yang dikerahkan untuk menyadarkan masyarakat dalam bentuk pengamanan dan pengawasan.
"Khususnya di lokasi keramaian seperti pasar, terminal, dan stasiun akan diperketat. Hal ini karena akan sering terjadi kerumunan warga, sehingga pengawasan akan diperketat," ungkapnya.
Ia meminta kepada setiap pedagang untuk mentaati aturan yang ada. Mengingat potensi penyebaran virus yang kian meningkat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi menuju adaptasi kebiasaan baru.
"Sekarang masih PSBB Transisi menuji adaptasi kebiasan baru, oleh karena itu kami minta masyarakat untuk tetap disiplin dan selalu menjaga kesehatan. Meski aktivitas di pasar baru berjalan 40 sampai 50 persen, namun pembeli terus berangsur bertambah. Oleh karenanya, kami berharap akan semakin membaik," ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Luqman Arief memastikan TNI akan terus disiagakan untuk menjaga protokol kesehatan warga.
"Kami akan pantau dan minta masyarakat disiplin untuk menekan angka penyebaran COVID ini," terang Luqman.
Sebelumnya, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan per Sabtu, 25 Juli 2020 sebanyak 1.251 pedagang terkonfirmasi positif COVID-19. Kasus penularan pedagang tertinggi berada di DKI Jakarta.
Adapun secara total, pedagang yang terinfeksi virus corona berasal 211 pasar di 89 kabupaten/kota dari 27 provinsi. Sementara, di DKI Jakarta sebanyak 317 pedagang dari 47 pasar positif COVID-19. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia.
Beberapa pasar yang terbilang cukup tinggi penambahan kasusnya, yakni Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan temuan 70 kasus dan Pasar Kramatjati, Jakarta Timur dengan 49 kasus.
