Purbaya Sebut Isu S&P Pangkas Rating Kredit RI Sengaja Disebar Buat Bikin IHSG Anjlok

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menduga, ada pihak-pihak yang sengaja menghembuskan isu bahwa lembaga pemeringkat, S&P Global Ratings, bakal memangkas peringkat kredit Indonesia.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Padahal, melalui laporan resmi S&P yang diumumkan pada 13 Juli 2026 lalu, lembaga pemeringkat itu justru mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Namun, karena isu soal pemangkasan rating kredit Indonesia dari S&P itu terlanjur menyebar di sejumlah media sosial, hal itupun sempat menyebabkan IHSG anjlok sebagai respons pasar atas isu tersebut.

img_title IHSG Ditutup Melesat 1,56 Persen ke Level 6.186 Hari Ini!

"Jadi waktu di awal bulan, kalau enggak salah kan, itu ada isu di media sosial dan di capital market, ada yang bilang bocoran S&P keluar, Indonesia akan di-downgrade peringkatnya. Bukan outlook-nya bahkan, tapi peringkatnya," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]
img_title Putusan MK: MBG Tak Boleh Pakai Anggaran Pendidikan Mulai 2028

"Sehingga itu menarik ke bawah pasar saham secara tajam di awal Juli tahun ini," ujarnya.

Dia mengatakan, saat itu memang banyak pihak yang sengaja menebar rumor, terkait pemangkasan rating kredit Indonesia oleh S&P. Namun, nyatanya saat laporan resmi S&P itu keluar, lembaga pemeringkat itu sepertinya malah sudah menyatakan kepercayaannya kepada pengelolaan keuangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi saat itu memang banyak yang bermain rumor enggak jelas, yang ditiupkan oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab. Tapi ternyata yang S&P keluarkan (laporannya) tetap BBB dan outlook-nya stabil," kata Purbaya.

"Artinya apa? Ya mereka (S&P) melihat apa yang dikerjakan oleh pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto itu semuanya bergerak ke arah yang benar," ujarnya.

Kala itu, Purbaya melihat bahwa isu pemangkasan rating kredit S&P bagi Indonesia memang sengaja dikait-kaitkan dengan masalah defisit APBN. Hingga pada akhirnya, Dia memastikan bahwa perhitungan atau prediksi yang dilakukan para penyebar isu itu terbukti salah.

Meskipun di sisi lain, Purbaya juga menyayangkan bahwa isu soal pemangkasan rating kredit Indonesia oleh S&P itu sudah terlanjur direspons oleh para pelaku pasar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut