Kisah Kompol Arsya Khadafi Ungkap Kasus Pembunuhan Tersulit
- VoxPop / Andrew Tito (Jakarta)
Masih di tahun 2016, kata Arysa ada pula kasus penemuan mayat yang dimasukan ke dalam box dan di buang di bawah tol PIK. Mayat itu merupakan korban pembunuhan. Mayat peremuan tersebut diketahui dibunuh oleh teman kencannya sendiri yang baru dikenal korban.
Namun, bedanya dengan kasus ibu dan anak, pembunuhan wanita oleh teman kencannya itu banyak diberikan petunjuk. Salah satunya CCTV. " Pelakunya kita tangkap di Apartemen Marina Ancol," tutur Arsya.
Arsya menuturkan 90 persen pengungkapan kejahatan itu dimulai dari tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya, untuk mengungkap kasus dibutuhkan olah TKP, karena banyak ditemukan petunjuk. "Karena enggak ada kejahatan yang sempurna. Pasti ada petunjuk," kata dia.
Dari pengalamannya menangani banyak kasus, dia mengatakan jika pembunuhan itu sebagian besar itu crime of passion. "Jadi kejahatan yang terjadi karena ada amarah. Nah amarah itu baru ada saat orang berinteraksi, terisnggung dengan ucapan, cinta ditolak. Nah itu yang buat sebagian besar. Tidak semua pembunuhan, pelakunya orang dekat," ucap Arsya.
Lulusan terbaik dalam Pendidikan Sespimen Polri Angkatan 57 ini mencontohkan, kasus pencurian dengan kekerasan yang korbannya meninggal itu tidak saling kenal. Dia menegaskan, seseorang yang berniat membunuh itu membutuhkan keberanian yang tidak main-main dan tidak semua orang secara psikis mampu membunuh.
Bahkan, untuk beberapa kasus, lanjut dia, pelaku tidak sengaja membunuh korban dan akan dihantui rasa ketakutan.
"Contohnya jambret di Tambora yang korban enggak sengaja nabrak pelaku, korban meninggal. Pelakunya merasa dihantui padahal enggak berinteraksi langsung ya. Tapi korban meninggal dan dia merasa dihantui. Kalau memang pembunuhan itu bukan kejahatan biasa. Sampai korban meninggal kalau ga sudah direncanakan. Ya crime of passion," ujar dia.
