Kisah Kompol Arsya Khadafi Ungkap Kasus Pembunuhan Tersulit

Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi
Sumber :
  • VoxPop / Andrew Tito (Jakarta)

VoxPop – Kasus pembunuhan selalu membawa cerita sendiri dalam pengungkapannya. Ada yang dibunuh karena dendam, sakit hati hingga tidak sengaja dibunuh karena memergoki aksi kawanan bandit jalanan yang nyolong di rumah.

img_title Ini Tampang Saepul! Pelaku Mutilasi Sadis di Depok yang Buang Jasad Korban ke Dalam Karung

Begitu pula yang diungkapkan Komisaris Polisi Teuku Arsya Khadafi. Dia pernah menjadi salah satu orang yang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kepala Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Barat ini menjelaskan, kasus itu terjadi pada tahun 2016 di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Kejadian ini mengakibatkan ibu dan anak tewas mengenaskan. Saat itu dia berdinas di Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

img_title Cekcok Berdarah, Kakek 60 Tahun Ditangkap Polisi usai Bunuh Pria di Plaza Kabanjahe Karo

Baca juga: Kompol Ronaldo Maradona, Polisi Pengacak-acak Jaringan Narkoba

Lulusan Akademi Polisi tahun 2003 ini mengatakan jika dia dan timnya hanya diberi waktu satu minggu untuk menangkap pelaku. Namun dengan kerja keras, hari kelima pelaku ditangkap. Dia orang terdekat korban.

img_title Meksiko Tangkap Bos Kartel Kriminal Otak Pembunuhan Wali Kota Uruapan

"Kita kesulitan untuk ungkap kasus itu karena beberapa hal. Pertama ketika datang ke lokasi kejadian sudah tidak steril karena dipenuhi warga," ujar Arsya kepada VoxPop, Rabu 29 Juli 2020. 

Melihat kondisi ini, Arsya dan timnya putar otak. Semua lokasi diendus hingga ke sungai. Anjing pelacak mengarah benda yang dipakai pelaku dibuang ke sungai. Ternyata benar saja dia dapat petunjuk. Satu persatu mulai ada titik terang.

Selanjutnya, Arsya dan anak buahnya mendapatkan kemudahan lantaran saudara korban yang berada di Hong Kong menghubunginya dan memberikan beberapa petunjuk kunci untuk mendapatkan pelaku. Ternyata benar saja, pelakunya langsung  tertuju pada orang yang tinggal di belakang rumah korban.

"Pelaku ternyata residivis yang baru keluar 2 bulan yang tinggalnya di kompleks belakang rumah korban. Awalnya melakukan pencurian dengan pemberatan karena biasa aman, pintu depan enggan dikunci. Pelaku masuk, ternyata ada orang di rumah di mana anak kecil teriak, akhirnya yang di di rumah ada ibu dan anak, dua-dua dibunuh pelaku. Di hari kelima berhasil ditangkap," ucap Arsya yang mendapat predikat polisi ganteng itu.

Arsya bukan kali itu saja menangani kasus pembunuhan yang terbilang rumit. Dia pernah terlibat lagi mengungkap kasus berat yang menjadi perhantian warga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut