Menengok Proyek Rumah DP 0 Unggulan Anies yang Tersandung Korupsi
- Facebook Samawa
VoxPop – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyidik kasus dugaan korupsi pembelian lahan tanah di Ibu Kota Jakarta, untuk program Rumah DP 0 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies Baswedan. Proyek pengadaan lahan ini dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diterima VoxPop, KPK sudah menetapkan empat tersangka korupsi pembelian lahan tanah di Jakarta. Salah satu tersangka diketahui adalah Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ) berinisial YC.
"Benar, setelah ditemukan adanya dua bukti permulaan yang cukup, saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada awak media, Senin, 8 Maret 2021.
KPK diketahui tengah mengusut dugaan korupsi pembeliaan lahan tanah di Jakarta. Informasi menyebutkan ada 9 objek pembelian tanah yang ditengarai terjadi mark up harga. Salah satunya pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi yang berada di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, tahun 2019.
Namun, lembaga antirasuah itu belum bisa menjelaskan secara rinci kasus dan para tersangka. KPK di era Firli Bahuri ini baru akan mengumumkan penetapan tersangka saat para tersangka ditangkap atau hendak ditahan. "Saat ini tim Penyidik KPK masih menyelesaikannya tugasnya lebih dahulu," ujarnya.
Kasus dugaan korupsi pembelian lahan tanah untuk proyek rumah DP 0 oleh BUMD DKI PD Pembangunan Sarana Jaya ini, sebelumnya juga sempat diselidiki Bareskrim Polri pada Maret 2020 silam. Polisi bahkan telah melayangkan panggilan ke beberapa orang dan pihak terkait untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut.
Pihak PD Sarana Jaya mengakui sejumlah karyawannya diperiksa kepolisian terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan tanah untuk Proyek Rumah DP 0.
"Memang betul ada surat panggilan dari Bareskrim dan sudah ada beberapa karyawan Sarana Jaya yang dipanggil karena itu. Kami kooperatif untuk hal itu," ujar Humas PD Sarana Jaya Keren Margaret Vicer
